[Semangat] Menghilangkan Kebencian


Suatu waktu perasaan dendam dan benci menyelimuti diri kita. Kemana-mana merasa sakit. Kemana-mana kepikiraaan terus. Kebayang tampang orang yang telah menyakiti kita. Duh gan..rasanya gimanaaa gitu. Dendam, kecewa, sakit hati, ingin mencabik, ingin membunuh, setiap waktu setiap detik yang terpikirkan adalah dia yang jadi musuh kita. Only think about him/her every second of our life. *pake bahasa inggris biar maduk, hoho.

Kebencian yang ada selalu dan se-la-lu membayangi setiap langkah kita. Kebencian yang tertanam sejak dulu. Sampai sekarang masih kebayang-bayang dia yang pernah membuat hati terluka.
Mungkin suatu ketika ada kejadian yang membuat sakit hati sehingga kita merasa dendam kepada seseorang. Namun tidak pernah terbalas sampai sekarang. *wah, ini mah mau balas dendam ^^’

“Bagaimana caranya untuk menghilangkan rasa kebencian ini?”. Wright (2005) dalam bukunya ‘Terapi Memori’ menjelaskan tips kecil bagaimana caranya untuk menghilangkan kebencian. Diantaranya adalah:

  1. Tuliskan segala kebencian yang dirasakan beserta orangnya. Curahkan segala perasaan yang ada. Dendam, benci, all alias seluruhnya. Tanpa malu akan diketahui oleh orang lain. Karena sekarang yang ada adalah diri kita dan perasaan kita sendiri. Tanpa takut akan dimarahi.
  2. Tenang sebentar dari segala perasaan yang timbul. Ketika menulis, segala perasaan yang dulu ada akan timbul. Emosi yang terbenam akan kembali teringat. Nikmati perasaan yang timbul itu. Tenangkan diri jika kemudian emosi dan marah melanda.
  3. Ambil sebuah ruangan yang sepi dan bayangkan orang yang dibenci ada didepan muka kita. Ucapkan ungkapan-ungkapan yang telah ditulis kepada bayangan yang ada dihadapan kita. Bila perlu, teriak sekalian.
  4. Bayangkan orang lain menerima segala keluhan kita. Dia mendengarkan dengan baik segala ucapan dan makian kita padanya. Lepaskan beban itu. Lepaskan… Sampai diri ini menangis.
    Biarkan segala perasaan yang ada terungkap semuanya. Emosi yang dulu terpendam terkeluarkan. Beban berat yang ada bisa dimuntahkan. Terus dan terus. Sampai perasaan yang ada tenang, dan tenang.

Rilek…Rileks…Rileks….
Tarik nafas dalam…Tenangkan pikiran…

Namun, sebagai catatan setelah selesai tulisan kebencian ini jangan diberikan kepada orang lain. Biarlah menjadi rahasia kita sebagai pemilik kebencian. Dan kalau bisa dibakar setelah diungkapkan dan perasaan menjadi lega.

Tulisan di atas adalah karangan seorang blogger, aku copy-edit-paste, sesuai dengan usia dan caraku. Hehe. Buat yang aku numpang copy, makasih ya ^^

Aku pernah coba, loh ^^ ada seseorang di hatiku yang benar-benar hilang rasa simpatikku padanya, namun, pada akhirnya aku sadar. Aku tidak boleh begini terus, harus kuhilangkan rasa tidak simpatik ini. *aku agak gimana gitu kalau bilang benci, hoho. Akhirnya aku coba cara ini, habis ga tahu lagi mau gimana. Asli, bro, ketidaksimpatian tu cuma bakal menyiksa kita.

Lalu kemudian aku mengerti. Kenapa sih kita musti susah sendiri saat membenci? Ya, karena membenci itu ibarat membawa labu dalam kantong kresek bolong-bolong ke mana-mana. Belum lama akan membusuk dan berat. Bila tercium bau busuknya oleh orang lain (orang lain tahu kita sedang membenci), maka tanggapan orang bakal ga baik tentang kita.

Jadi sebenarnya, membenci itu selain membuat yang dibenci sedih (kalau sedih sih, hoho), hanya menyusahkan diri sendiri. Dan ingatlah kawan, agama Allah sama sekali tidak menyarankan kebencian. Allah aja mau mengampuni hamba-Nya, masa manusia yang cuma seutil kagak nahan banget benci orang? Ya gak, bud? ^^v

Aku kayak ceramah aja, ya. Tapi aku menerima baik kalau ada yang ga setuju dengan tulisanku (dan teman yang di-copy) ^^. Semoga kita bukan golongan yang merugi dengan menyia-nyiakan waktu dengan membenci. Aamiiin.. ^^

17 thoughts on “[Semangat] Menghilangkan Kebencian

    • wew, pak ustadz bicara..
      maksud fi kebencian yang bgitu, fan.. bkn yang menghina agama Allah atau semcamnya..
      kl pantas dibenci, katanya lbh baik benci perbuatanx dr pd orangnya..

  1. emang susah menghilangkan kebencian kepada orang yang sudah menyakiti kita,rasanya ingin sekali melihat orang itu menerima balasan tentang apa yang sudah dia lakukan kepada kita,duh…. ya alloh ini membuat hati saya panas.

  2. ya entar d coba, saya buka tipe org yg pemarah, tpi karena jarang marah jadi marahnya ketampung. jdi saat marahya penuh dwarrrrr kya bom aja meledak ledak

  3. Pingback: Mengapa Sulit Menghilangkan Dendam dan Kebencian | DSusetyo's Weblog

Terima kasih atas komentar antum. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s