[Islam] Masa Iddah Tetap Berlaku Walaupun Sudah Ada USG


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Nih pura-puranya percakapan antara aku dan adik  kelas. 😀

Pertanyaan:

Mbak fi, mau tanya, jika dalam masa ‘iddah ditentukan kira-kira tiga bulan dengan tujuan untuk mengetahui bersih tidaknya rahim dari janin, lalu bagaimana jika pada zaman modern kini sudah ada alat USG yang bisa mendeteksi ada tidaknya bayi. Apakah masa ‘iddah tetap berlaku? Lalu dengan tujuan apa? Terima kasih 🙂

Jawaban:

Assalamu’alaykum.wr.wb. ^^

Adinda yang baik, masa ‘iddah dalam Islam itu ada beberapa macam. Yang adik sebutkan itu adalah untuk wanita yang diceraikan dalam keadaan haid (tiga kali suci atau tiga kali haid) atau belum baligh/sudah menopause (tiga bulan). Adapun untuk wanita yang ditinggal mati suaminya, masa ‘iddahnya adalah 4 bulan 10 hari. Sedangkan untuk wanita yang diceraikan dalam keadaan hamil, masa ‘iddahnya adalah sampai bayi di kandungannya lahir. Oya, tidak ada iddah bagi wanita yang belum dicampuri (kayak Anna KCB itu loh, hehe..).

Ketentuan Alquran tentang ‘iddah ini adalah suatu ketentuan yang mutlak harus kita ikuti, karena inilah syariat yang diturunkan kepada kita untuk kemaslahatan kita di dunia dan keselamatan kita di akhirat kelak (amiiin.. ^^). Ketentuan Allah tentu saja tidak dapat diubah, titik . Nah, masalahnya adalah, Allah tidak menjelaskan di Alquran, apa sih tujuan disyariatkannya ‘iddah bagi seorang wanita. Benar dek, bahwa menurut pendapat para ulama fiqh terdahulu, salah satu tujuan ‘iddah adalah untuk mengetahui apakah di dalam rahim wanita yang diceraikan (hidup atau mati) itu terdapat bibit yang akan tumbuh menjadi bayi atau tidak.

Pertanyaan adik mbak yang manis mengenai USG, yang dapat mendeteksi kehamilan hanya dalam hitungan menit. Berkaitan dengan pendapat para ulama terdahulu mengenai alasan disyariatkannya masa ‘iddah, muncul persepsi bahwa masa ‘iddah sudah tidak perlu diberlakukan karena alasan untuk itu sudah terjawab oleh teknologi. Jika hukum ‘iddah dianggap tidak  berlaku lagi,  sama saja kita menganggap ayat-ayat Alquran yang menjelaskan tentang hal itu juga tidak berlaku lagi, kan? Apakah hal ini dapat diterima akal sehat? Sudah tentu nggak, kan, dek? ^^ Ayat-ayat Alquran, sebagai sumber syariat yang benar dan langsung dari Allah, tidak bisa dihapuskan, termasuk tentang ‘iddah. Ketentuan-ketentuan tentang lama masa ‘iddah wajib  kita imani dan laksanakan. Yang harus dianggap tidak sesuai lagi justru pendapat para ulama terdahulu itu, mengenai alasan “ada bayi atau tidak” karena sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan dan kemajuan zaman. Dengan kata lain, perlu ada sudut pandang lagi tentang ‘iddah. *gayanya mbk.. hoho.

Kalau kita hanya berpikir masa ‘iddah karena “ada bayi apa tidak, ya?”, maka itu keliru, dek.. Ada banyak alasan Allah memberlakukan ‘iddah, “ada bayi” hanya salah satunya ^^.

  1. Alasan yang kita tahu, bahwa tujuan Islam mensyariatkan ‘‘iddah atas wanita ialah untuk memastikan rahim wanita tersebut suci dari air mani suaminya pada saat ia diceraikan dan juga memastikan ia tidak hamil dari suami sebelumnya (jika ia menikah lagi) sebagai langkah mencegah percampuran keturunan.
  2. Bagi wanita yang diceraikan dengan talak yang masih boleh dirujuk (belum sampai talak 3), ini memberikan peluang kepada suaminya untuk memikirkan kembali saat-saat manis ketika mereka bersama dan kembali rujuk kepada isterinya setelah pikirannya kembali tenang (semoga yang lagi masa-masa ini bisa rujuk, wkwkwk). Masa menunggu yang agak panjang ini memberikan peluang kepada pasutri untuk menginsafi kembali kesalahan masing-masing dan mencari solusi perselisihan antara mereka dan memungkinkan bagi mereka untuk dapat bersatu kembali. Bukan cuma kedua pasangan, tapi keluarga pasangan pun juga mendapatkan peluang untuk mencari solusi agar anak-anak mereka tidak jadi berpisah.
  3. Bagi perceraian yang terjadi karena kematian suami (cerai mati), tujuan ‘‘iddah ialah agar isteri menjaga hak-hak suaminya, menghapuskan perasaan sedihnya, membuktikan kesetiannya kepada almarhum suami serta menjaga nama baik diri dan keluarga agar tidak digunjing oleh orang.
  4. Agama Islam meletakkan keluarga sebagai sesuatu yang tinggi dan mulia, terutama bagi pasangan suami isteri. Agama Islam sangat membenci perceraian dan keruntuhan mahligai rumah tangga. Makanya diberi kesempatan untuk mencegahnya, dek ^^
  5. ‘Iddah adalah anugerah dari Allah untuk hamba-Nya yang membuktikan kasih sayang dan kesungguhan bagi memelihara dan menjaga keutuhan keluarga dalam Islam. Sungguh mulia..Subhanallah, ya? ^^

Nah, semoga jelas, ya, penjelasan mbak fi ^^

10 thoughts on “[Islam] Masa Iddah Tetap Berlaku Walaupun Sudah Ada USG

  1. melihat tulisan diatas saya tertarik tentang iddah. Ditulisan tersebut iddah karena kematian dan perceraian karena talak suami. Saya baca pasal 113 KHI putusnya perkawinan ada 3 (Kematian, perceraian dan putusan pengadilan). Kematian dan perceraian sudah jelas. Bagaimana dengan putusnya perkawinan akibat putusan pengadilan. Apa juga berlaku masa iddah?

    • jazakallah sudh membaca, akh.
      uhm, sepaham sy, yang namany iddah dan talak itu, tdk ditentukan oleh ketukan palu hakim pengadilan..
      walaupn sygnya di negara kita hukum pengadilan mengatakan talak jatuh saat hakim stuju..

      iddah hny berlaku pada krn talak (perkataan suami), dan tidak perlu pakai saksi seperti di pengadilan itu.. sepaham saya, tdk ada hak pengadilan untuk menceraikan suami istri, istri juga tidak berhak, hanya suaminya saja yang berhak menalak (menceraikan), sehingga masa iddah dihitung dari sana..
      semoga bermanfaat, kalau ada salah mohon dikoreksi..

  2. syukran kakak… ats jawabannya…….. ^_^
    قَد سعدتُ قرأتُهُ…………..
    jazakillah ahsanal jazaa’…… amiin…..

  3. Kakak perempuan sy bercerai setelah 6 bulan pisah rumah. Dan tentu sj tdk terjadi hub.antara keduanya. Dan selama pisah rumah tidak ada keinginan utk rujuk lg. Bgmana menghitung masa iddahnya?

    • ^^
      Tetap harus menunggu 3 kali masa subur ukh..

      Itu adalah tuntutan Alquran, walaupun kakak antum tidak pernah berhubungan dengan mantan suaminya, tetap suatu keharusan mutlak menunggu 3 kali masa subur..
      Wallahu a’lam..

    • Karena itu bukan hanya krn sifat wanita yang labil emosinya (gampang minta cerai, gampang marah, gampang benci, gampang cinta, dll) –> wanita secara umum
      Selain itu utk memastikan bahwa di janin wanita tersebut tidak ada janin oleh mantan suaminya sehingga kalau ia menikah dng orang lain dan punya anak, dijamin anak tersebut bukan anak dng suami sebelumnya, begitu..

      Keadilan islam itu selalu ada, wanita diberi masa iddah bukan krn ingin mengotak-ngotakkan kebebasan wanita, wanita sangat berharga sehingga tidak bisa asal pindah dari satu rumah tangga ke rumah tangga lainnya..

      Saking adilnya, ada nama surat yang artinya wanita (an-Nisaa’), dng penjelasan lengkap perlindungan wanita dll nya..

      Kalau tanpa masa ‘iddah, maka wanita (secara umum) akan sangat sering cerai-nikah-cerai dst.. Sedangkan laki2 itu lebih memikirkan rasional ketimbang emosi, jadi lebih bisa berhati2 dalm mengambil keputusan (secara umum)..

      Seperti itu mas, Wallahu a’lam, Islam itu indah asal utk orang2 yang mau berpikir..

Terima kasih atas komentar antum. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s