[English] Kekeliruan dalam Berbahasa Inggris#Part4


Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu’laykum.wrh.wbr.

Aku dulu bilang di bagian ketiga kalau ga bakal ada lagi kekeliruan dalam berbahasa Inggris. Tapi ternyata, beberapa hari ini aku menemukan kekeliruan lainnya. Hehe. Jadi tak tulis lagi nih di sini. Monggo, disimak. d^^b

Sweet Dreams, Bukan Sweet Dream

Ini nih, kalau sama orang yang disayang, kan biasanya, “sweet dream, dek”. Sebenarnya sih benar alias ga salah, kalau sasarannya pas. Menyampaikan ungkapan “Mimpi indah, yaa” itu tidak  begitu. Begini perbedaannya:

  • Sweet dream : mimpi yang indah. -> sebagai noun phrase (frasa benda)
  • Sweet dreams : mimpi indah yaa. -> sebagai expression (ungkapan)

Jadi yang tepat kalau mau tidur itu yang kedua. ^^ Teman-teman bisa cek di kamus Oxford yang besar (berhubung yang oxford kecilku lagi dipinjam, jadi aku ga tau di sana ada apa nggak, hehe). Kita coba pergampang dengan contoh :

  • Sweet dreams, honey. (ini ungkapan)
  • Wish you have sweet dream tonight. (ini kalimat)
  • I had a very sweet dream last night. ^^ (ini kalimat juga)

Keep Praying, Bukan Keep Prays

Ini juga keliru, friend. Aku beberapa hari yang lalu dapat sms, “Keep prays for us” (dan seperti biasa lebih memilih disampaikan di sini, hehe). Ini sebenarnya tidak salah, cuma kurang tepat saja. Kata-kata “keep”, “stop”, “stay”, dan sejenisnya seperti di gerund, yang akan diikuti kata kerja (dalam kalimat larangan atau perintah), kata pengikutnya selalu dalam bentuk verb-ing. Kecuali kalau diikuti kata benda, dan itu pun biasanya disisipi “the” terlebih dahulu. ;). Selain itu, pray sendiri adalah kata kerja, bukan kata benda (noun), jadi tidak bisa ditambah “s/es” seperti di atas itu. Kalau mau bilang “doa” sebagai kata benda, maka bahasa Inggrisnya adalah “prayer”. Agak aneh mungkin yang baru mendengarnya, tapi memang begitu. Cek saja di oxford. 😉

Nih contohnya :

  • Please keep watching over Naoki.
  • Just keep praying for my husband and me. 😉
  • Keep your prayer for us.
  • Mia believes in the power of prayers.

Everything, Bukan Everythings

Nah, ini nih yang mungkin orang pada salah kaprah. Berhubung arti everything itu adalah “semuanya” atau “tiap-tiap”, jadi orang malah tambah “s/es”. ^^’ Padahal, kata “everythings” itu tidak ada loh, dalam kamus, cuma ada dalam kekeliruan, hehe. Sama juga halnya dengan every2 lainnya, juga tidak ada satu pun yang aku tahu ditambah “s/es”, kecuali kalau kata tersebut memang ada “s/es” di ujungnya. 🙂

Ini aku kasih contoh :

  • Everything in my heart is now frozen. (Hehe)
  • Dave asked the chipmunks to stay up till ten every night.
  • Thumbelina always helped her mother everyday.
  • Ace always could solve every problem he found.

Sebagai penjelasan, setiap kata yang ada “every” nya langsung digabung (tidak ada spasi) jika kata tersebut merupakan kesatuan dengan “every”. Yaitu : everynight, everyday, everybody, everyone, everywhere, everyplace. Dan di pisah jika “every” nya merupakan determinan dari kata (sehingga membentuk frasa). Misalnya: every lesson, every country, every princess, every writer, every reason, every other, every time, dan lain-lain.

Don’t Fish, Bukan Don’t Fishing

PS : Taukah, aku temukan ini di tempat wisata terkenal. ==’ Padahal banyak turis, jadi malu.

Seperti pada bagian sebelumnya, bahwa kalimat perintah selalu diawali dengan verb atau adverb yang menyandingnya. Begitu juga dengan kalimat larangan sebagai lawan dari kalimat perintah, selalu diikuti “verb” setelah “don’t”. Jadi tidak ada istilah pernak-pernik atau perubahan bentuk. Begini contohnya :

  • Don’t go anywhere, bukan don’t going anywhere.
  • Don’t stop loving me, bukan don’t stopping loving.
  • Don’t do this again, Shaldre, bukan don’t doing it again.
  • No smoking, atau don’t smoke, bukan no smoke.

Myself Bukan My Self

Sering sekali orang menulis begitu. Padahal sebenarnya ini keliru, tidak salah sih. Cara menulisnya tidak dipisah, karena “myself” itu tidak bisa diistilahkan berasal dari kata “my” dan “self”, tapi merupakan kata tersendiri (jenis kata ganti atau pronoun). 😉 Begitu juga dengan ourselves, themselves, yourself, yourselves, herself, himself, dan itself. Biar lebih jelas, mari kita simak contoh :

  • I hurt myself by cutting my finger. (sadis. ==’)
  • Don’t do it by yourself, it will waste your time.
  • She doesn’t understand herself.
  • Joe must be very proud of himself.

Nah, segitu dulu, yah, bagian keempat. Teman-teman bisa baca dan pahami bagian pertama, kedua, ketiga, kelima, dan keenam. Semoga bermanfaat. d^^b

27 thoughts on “[English] Kekeliruan dalam Berbahasa Inggris#Part4

  1. Pingback: [English] Kekeliruan Dalam Berbahasa Inggris (Bagian Kelima) « Merajut Kata

  2. Pingback: [English] Kekeliruan dalam Berbahasa Inggris (Bagian Keenam) « Merajut Kata

  3. Pingback: [English] Kekeliruan Dalam Berbahasa Inggris « Merajut Kata

  4. Pingback: [English] Kekeliruan dalam Berbahasa Inggris (Bagian Kedua) « Merajut Kata

  5. Pingback: [English] Kekeliruan Dalam Berbahasa Inggris#Part3 « Merajut Kata

    • (mengulang komentar)
      wah, saya ga melanjutkan di sini lagi de 😉
      coba ke group yg saya buat di facebook ya, Kelas Bahasa Inggris..

  6. Selamat pagi, pada pembahasan kata “pray”, ada contoh “Keep your pray for us” yg tidak konsisten dengan penjelasannya bahwa bentuk kata benda “pray” adalah “prayer”. Maka seharusnya kalimat tersebut menjadi “keep your prayer for us”. Semoga saja saya yg salah.

Terima kasih atas komentar antum. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s