Raguku Akan Sosok Itu


Sosok itu terlihat gemetar dari balik rukuknya. Dini hari pukul tiga. Kumelihatnya menangis, tuk pertama kalinya.

“Lah, kenapa pula bisa kena bronchitis?”

“…”

“Gimana mau lulus tes kesehatan kalau paru-parumu kotor begitu?”

Kantung mataku pecah. Wanita muda ini bukannya menghiburku.

“Kamu merokok?!”

“Nggak, Bu.”

“Terus kenapa bisa sakit, hah?!”

“Ng, nggak tahu kenapa bisa gitu, Bu…”

“Sudah masuk kamar, sana! Istirahat!”

“I, iya, Bu.”

Di balik daun pintu, omelan itu tak berhenti. Ayah pula, hanya diam saja. Pisah kamar dengan ibu, ayah tak membelaku. Ibu tiriku memang jahat! Mana maksud ibu adalah sahabat?!

“Dina haus, Yah.”

“Oh. Ayah juga.”

Kami berpapasan di depan kulkas. Lalu isak tangis itu terdengar. Aku mengintip.

“Sembuhkan, ya Allah.”

Guntur menyambar hatiku.

“Sembuhkan… Dia ingin sekali lulus di sana.”

Guntur itu meretakkan batu hatiku. Buru-buru aku berlari ke kamar. Menangis. Tak lama sosok itu masuk.

Kurasakan seseorang membelai kepalaku.

Allah memberiku sahabat yang paling indah.

28 thoughts on “Raguku Akan Sosok Itu

    • wah? ga ketangkep ya mbak? *juri nangkap ga ya? T.T
      maksudnya si anak kira ibu tirinya jahat.. tp ternyata ibunya bahkan tahajud untuk anaknya.. gitu, mbak…

      si Muhs’ab dah sehat?

    • Waaaah.. T.T disahkan aja seneng rasanya.. ^^’
      *lbh seneng kl lolos, hhee.. mkasih Bang.. mohn yang sya dipertimbangkan, *loh? hehe..

    • realitas mbak.. ^^
      cuma dibikin greget, bahasanya dibikin seru..

      debar? beneran mbak? ga nyangka nih.. @.@
      salam kenal juga, bidadari ^^

    • iya makasiih.. ^^

      masih alhamdulillah.. walaupun sedikit sedih ga lolos 2 besar.. ^^’

      wah, saya masih gadis, ^^’ 20 tahun aja belum.. hehe.. syukron ya..

  1. Aslkm mbak fi, salam kenal y, enda baru baca tulisan-tulisan mbak fi, it’s really nice, ringan, serius, tapi mudah untuk dipahami, bener2 top deh, hehe, izin share karya2 mbak di fb y,, syukran mbak,, ^_^

    • Wa’alaykumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuhu..
      Salam kenal jga mba Enda 🙂
      Alhamdulillaah, innalillaah, milik ALLAH segala keindahan. ALLAH yang membuatnya terlihat seperti tanggapan anti ukhtiy ^^

      Tafaddoliy 🙂 cuma kalau boleh link ana disertakan biar tambah banyak yang baca hehe syukran 🙂
      wa ‘afwan 🙂

  2. Pingback: Indriyani » Baik Dibaca

Terima kasih atas komentar antum. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s