[Semangat] Kisah Ummu Mihjan


By: Salah satu penulis redaksi UKHTI STIS yang bernama Nofriani

Sobat… jangan kita menganggap remeh suatu kebaikan walaupun sedikit. Ingatlah, kita diseru untuk memainkan peran mengerahkan segenap kemampuan dan memberikan pengorbanan untuk membangun sebuah bangunan Islam yang agung. Jangan pernah pula kita berkecil hati dan merasa bahwa kita adalah orang yang lemah dan tak sanggup memberikan konstribusi apa pun dalam berjuang menjaga tiang agama. Jangan kita terhanyut dalam bisikan setan supaya kita merasa sendiri dan rendah diri. ^^b kita semua keren, trust me.. ^^’

Di sini, kita akan mendengar sebuah nama yang kisahnya patut kita jadikan pelajaran. Figur yang amat sederhana, namun memiliki kesungguhan yang kuat. Seorang perempuan tua berkulit hitam yang biasa dipanggil Ummu Mihjan. Sebatang kara, miskin, dan lemah. Karenanya dia selalu mendapat perhatian dari Rasululllah sebagaimana Rasulullah selalu mengunjungi dan memberi perhatian pada orang-orang miskin.

Ummu Mihjan menyadari bahwa dirinya mempunyai kewajiban terhadap aqidah dan masyarakatnya. Lalu apa yang bisa dilakukan oleh seorang perempuan tua dan miskin seperti dia? Tapi, Ummu Mihjan tidak pesimis, karena pesimistis adalah sifat yang tidak seharusnya hinggap di hati seorang muslim.

Ummu Mihjan mewujudkan kesadarannya itu dengan cara menjaga kebersihan tempat shalat kaum muslim, sendirian. Dialah yang  setiap hari membersihkan lingkungan masjid, menyapunya, dan membuang sampah serta kotoran yang berserakan di masjid. Dia sadar bahwa masjid mempunyai peranan vital dalam Islam. Masjid adalah tempat shalat, madrasah, tempat parlemen Islam berkumpul, tempat bertukar pikiran dan menjalin tali persaudaraan. Peran masjid sebagai wahana multifungsi ini membuat Ummu Mihjan tidak merasa rendah diri dengan apa yang dilakukannya, sebab merawat kebersihan masjid adalah usaha maksimal yang bisa dilakukannya. Tidak pernah sekalipun Ummu Mihjan meremehkan tugasnya itu, karena walaupun dia hanya hidup sebatang kara, Ummu Mihjan tetap bersemangat menjalani hidup dengan kebaikan.

Tugasnya membersihkan sampah dan kotoran masjid dilakukannya sampai ia wafat pada zaman Rasulullah. Ummu Mihjan wafat saat sudah larut. Karena Rasulullah yang didatangi oleh para shahabat saat itu sedang terlelap, maka para shahabat pun langsung menshalatkan dan memakamkannya tanpa disertai beliau.

Pagi harinya, Rasulullah yang merasa kehilangan menanyakan di mana Ummu Mihjan, mendengar penjelasan para shahabat, Rasulullah bersabda :”Berangkatlah kita (ke kuburnya).” Beliau dan para shahabat pun berangkat ke makam Ummu Mihjan. Di sana Rasulluah memipin menshalatkan Ummu Mihjan dengan empat kali takbir.

Subhanallah.. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada Ummu Mihjan, seorang wanita tua yang miskin dan lemah, namun selalu berusaha mempersembahkan yang terbaik bagi Islam sekuat tenaganya. Dia merupakan pelajaran bagi kita semua sepanjang masa agar tidak menganggap remeh suatu kebaikan walaupun sedikit. Tidak merasa lemah dan sendiri dengan segenap kekurangan kita.

Ummu Mihjan senantiasa mendapat perhatian Rasulullah, selama dan sesudah hidupnya. Tapi, walaupun kita sudah tidak hidup dalam zaman Rasulullah lagi, bukan menjadi hal bagi kita untuk bersikap rendah diri dan lemah.. Ketahuilah sobat, kita memang sendiri, tapi kita tidak sendirian, ada Allah yang senantiasa menguatkan kita, sebagaimana Allah menguatkan Ummu Mihjan di akhir-akhir hidupnya memperjuangkan apa dia bisa..

Wahai sobat.. jadi apakah setelah membaca sirah shahabiyah ini, kita tahu, apa yang dituntut dari kita terhadap agama dan masyarakat kita..? ^^v

4 thoughts on “[Semangat] Kisah Ummu Mihjan

  1. blog anda bagus>>>

    saya ajungi jempol!!!!
    dan saya hanya sekedar mampir ya sekalian blogwalking!!!

    jika bernit liat blog saya kunjungin balik jja!!!!

Terima kasih atas komentar antum. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s