[Renungan+Tips] Ketika Sholat Hanyalah Kebiasaan


“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang sholat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari sholatnya, (ibadah) orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna.”(QS. Al-Maun : 4-7)

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu’alaykumwrh.wbr.

Ukhtifillah, wa akhifillah, saling mengingatkan, yuk, bahwa amalan yang paling dicintai ALLAH adalah Sholat pada Waktunya. ^^ Kita renungkan pula sebuah tausiyah pamungkas, “Jangan sampai menyambar hape yang berdering lebih cepat dari berwudhu saat mendengar adzan.”

Subhanallaah, ya? Kita diingatkan, banyak betul manusia yang berdalih “Nantilah, masih panjang waktunya.” Nasihatnya sih satu saja, “Kalau kita mati sebelum beranjak sholat, maka sholat sebelumnya akan menjadi sholat terakhir bagi kita.” Nastaghfirullah, semoga kita senantiasa ALLAH jaga, ya, ukh, akh.. Aamiiin..

Ketahuilah, saudaraku, bahwa sholat merupakan ibadah yang tidak boleh sengaja ditinggalkan APAPUN ALASANNYA. Betapa pentingnya sholat, setelah kalimat syahadat dalam berislam.  Bahkan, saudara kita yang sudah berpulang ke sisi-NYA (wafat) pun, masih harus disholatkan. Lalu bagaimana dengan kita yang masih diberi waktu oleh ALLAH, saudaraku? Subhanallaah, semoga kita termasuk orang-orang yang istiqomah dan nantinya mati dalam khusnul khotimah. Aamiiin ya Rabb..

Baginda Muhammad bersabda, “Saat terdekat bagi seorang hamba kepada Rabbnya adalah pada saat ia bersujud.” (HR Muslim). Sungguh, sholat sering sekali dianggap sebagai “kebiasaan” saja, sekadar dikerjakan, secepat angin dan selangsa menyapu semut. Padahal sebenarnya, sholat yang baik adalah yang khusyu’, istiqomah, dan ikhlas lillaahita’ala (bukan karna pingin dinilai “alim” ^^v)

Sayyidina Muhammad bersabda, “Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur’an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka’bah”. Dalam hadits lain dikatakan bahwa “Orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akhirat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.”

Aku tadi (dah lama sih) liat-liat data nih, kebetulan kebaca lagi tips-tips berikut, kiat menyukseskan sholat, setelah tak sadur dan perindah kalimatnya, jadilah ini, semoga bermanfaat ^^v:

1.       Khasiun (Khusyu’)

Khusyu’? Wah.. Keliatannya sulit sekali ya bisa sholat dengan khusyu’? ^^’ Tapi sebenarnya apa sih arti dari kata khusyu’ itu? Khusyu’ itu maksudnya tenang dalam sholat, =) kalo masalah pikiran kita melayang-layang kesana-kemari, itu biasa. ^^ Sahabat Nabi saja tidak ada yang sholatnya 100% khusyu’. Naaah, bila kita melaksanakan sholat dengan “sempurna”, tidak garuk sana garuk sini, tidak goyang sana goyang sini, dan tidak ada rakaat atau rukun yang terlupakan, maka sholat kita sudah bisa dikasih label, -khusyu’-.

Tinggal bagaimana kita mengurangi memikirkan dunia saat sholat, slowly but surely, insya ALLAH bila kita mau mencoba, kita bisa memperbanyak mengingat ALLAH ketimbang memikirkan uang kos yang udah dibayar atau belum,  ketimbang mikir dompet  tadi taro mana, atau ketimbang khawatir ditinggalin “seseorang”. ^^v Naaah, hal-hal semacam itu, kalau kita sering sholat—dengan berusaha khusyu’—insya ALLAH lama-lama akan buyar dari pikiran kita. ^^

2.       Hafizun (Memelihara Sholat)

Bagaimana caranya memelihara sholat? Gampang sekali, saudaraku.. 🙂 Saat mendengar adzan, segeralah berwudhu, tinggalkan sebentar pekerjaan kuliah atau sekolah demi beribadah kepada-NYA. Kecuali dalam kondisi yang sangat tidak mungkin, misalnya lagi di kelas, lagi presentasi, lagi operasi, dst. Walaupun kerjaan lagi menggunung jangan pernah pelihara khauf (rasa takut) ga selesai hanya karena kita tinggal sholat lima menit. Justru setelah sholat pikiran kita bisa seger kembali, tenang, bahagia, dengan wajah seindah mawar karena telah “melapor” ke DZAT yang begitu mencintai kita, Yang Bermurah Hati memberikan kehidupan kepada kita ^^. Jadi, kerjakanlah sholat tepat pada waktunya, jangan diundur-undur, atau malah mengerjakannya menjelang akhir waktu sholat, dengan pemikiran “Ah, yang penting kan sholat”. Maasya ALLAH, bila ada yang berkomentar begitu, ketahuilah, itu salah besar! Karena saat kita berani mengucapkan kata-kata itu, itu tandanya syaithan terkutuks telah berhasil mengalahkan kita.

Mari kita perangi syaithan yang terkutuks! ^^b

3.       Da’imun (Tetap Mengerjakan Sholat)

Saat lapang maupun sempit, saat sehat maupun sakit, saat bahagia maupun menderita, ingatlah selalu (mengingatkan diri sendiri juga), jangan lupakan sholat. Tunjukkan kebulatan tekad kita mengalahkan syaithan dalam ibadah, walaupun sakit, jangan menyerah, justru dengan sholat sakit kita bisa disembuhkan. Saat menderita jangan lupa sholat, karena penderitaan kita bisa hilang karena sholat. Saat bahagia, jangan lupa sholat karena kebahagiaan kita akan ditambahkan karena sholat. Ingat saudaraku, sholat itu tiang agama. Mencegah kita dari perbuatan jahat, baik dari orang lain atau dari diri kita sendiri. Insya ALLAH. ^^

Intinya, Apapun yang terjadi, sholat tetap melekat pada pribadi. ^^b Kecuali satu : saat Izrail datang memanggil.

Nih hadiahnya, Tips biar istiqomah QL (Qiyamul Layl : Sholat Malam) ^^

  • Jangan terlalu banyak makan
  • Tidak meninggalkan tidur siang
  • Menjauhi dosa dan maksiat
  • Mengamalkan sunnah berkaitan dengan tidur : tidur dengan berbaring pada sisi kanan

Naah.

Segitu aja, ^^ Semoga bermanfaat. d^^b

25 thoughts on “[Renungan+Tips] Ketika Sholat Hanyalah Kebiasaan

  1. Subhanallah…..syukron ukhti atas ilmunya….jadi teringat waktu pernah melalaikan sholat….semoga Allah mengampuni….oya, mau tanya nih, terkait hadits ini:
    “Sayyidina Muhammad bersabda, “Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur’an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka’bah”. Dalam hadits lain dikatakan bahwa “Orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akhirat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.”

    Antum kan belum mencamtumkan haits riwayat shahih atau nggak….pertanyaannya, apa hadits itu shahih?syukron

    • Syukron aja sama ALLAH, akh.. Ana ga ngapa2in..
      nyari perawi aja bingung..
      yang jelas ana pernah baca di suatu sumber, tapi salah ana ana cuma catat aja, ga tau perawinya..

      Ana coba cari lagi, sebagai gantinya tak tawarin ini aja :
      “Sesungguhnya antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim no. 242)

      ‘afwan ya.. ana cuma bisa sampai situ.. dah tak cari2 data di lepi ga ada, kehapus mungkin..
      sekali lagi ‘afwan..

  2. Makasih mbak telah berbagi, jadi ikut mengaji disini. Sangat bermanfaat sekali, setidaknya bagi diriku sendiri 😉

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  3. Alhamdulillah selama kuliah di Jogja saya tinggal diasrama dua tahun dan menjaga sholat berjamaah, kemudian satu semester tinggal di masjid juga menjaga sholat berjamaah bahkan yang adzan.. he he he…. walaupun kadang kalau pergi juga kadang sholatnya sendiri… aku pengennya g lupa dengan waktu sholat itu…… aamiin

    • Aaamiiin..Jangan sampai cuma lapor sama blog ini ya, akh..
      Lapor sama ALLAH lebih penting, hehe..

      Smoga kita dijaga ALLAH, sholat untuk-NYA, bukan untuk yang lain.. Aamiiin.. Syukron..

  4. o iya. menurut hadits yang insyallah shahih; amalan yang pertama dihisab shalat lho…
    shalat juga merupakan indikasi baik tidaknya seseorang, jika shalatnya baik, maka orang itu juga baik sehingga mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar. pun demikian sebaliknya. … (ahh sok tahu niehhh,,,)

    • Iya, sholat yang baik juga membedakan muslim dengan tidaknya, sholat tepat waktu juga amalan yang paling dicintai ALLAH, sebelum berbakti pada ibu bapak dan berjihad di jalan-NYA..

      Kalau keji dan mungkar, iya betul itu akh, tidak hanya dari diri kita, tapi juga diri orang lain.. Aamiiin.. Sykron.. (Gak sok tahu kok, ^^)

  5. mengingatkan kembali bahwa seringnya ane terlena dngan kehidupan dunia, hingga lalai.. hiks.
    syukron postingannya ukh.,.,
    T_T

    • ‘afwan akhiy..
      ana tulis juga untuk mengingatkan diri ini.. kdang2 ngeblog lebih lama dari ngaji, curhat di fb lbh lama dari tafakur..
      Astaghfirullah.. semoga kita termasuk orang yang ALLAH bimbing.. Aamiiin..

      Jangan sedih, akh.. semangat2!

  6. Pingback: [Renungan + Tips] Sakit Hati dan Memaafkan « Merajut Kata

    • Ini pilihan kita, telah ada jalan bagi kita bila kita ingin memilih,
      Kl kita terus menerus kalah oleh nafsu dan syaithon, niscaya kita sendiri akan hancur walau tanpa syaithon sekali pun,

      Saran saya, perbanyak bergaul dng orang sholih yang rajin sholat, byk2 baca al-Quran dan buku2 motivasi Islam, semoga kemudian paham bahwa sholat adlah amal yang paling pertama dihisab, paling diutamakan stlh syahadat, dan tdk boleh ditinggalkan dalam keadaan apapun..

Terima kasih atas komentar antum. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s