[Tips] Mengatasi Kemalasan dengan Izin-NYA


“Dan hendaklah di antara kalian ada sekelompok yang menyeru kepada kebaikan dan memerintahkan yang ma’ruf serta melarang yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imran : 104)

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu’alaykumwrh..wbr..

Waah, Alhamdulillaah, ada angin apa nih, request lagi dari seorang kakak, padahal aku sering bertanya padanya. ^^’ Tentang “Mengatasi Kemalasan”. Aku aja belum tentu rajin, tapi Bismillaah, semoga ALLAH membimbingku ga jadi orang nifaq, Aamiiin. >.< Yuk, tafadhol kita simak bareng-bareng. ^^ (Sebelumnya ‘afwan ya kalau tulisanku ga ada perkembangan, masih ecek-ecek seperti biasa..)

Uhm, enaknya mulai dari pengertian malas, ya ^^. Menurutku, malas atau kemalasan adalah kondisi di mana penderitanya enggan melakukan sesuatu yang bermanfaat. Di sini bisa kita lihat dari kata “enggan”, ya, seperti ada yang “menahan” diri kita saat kita dihadapkan pada keharusan atau kesunnahan mengerjakan sesuatu. Dan “bermanfaat”, maksudnya, pekerjaan lain yang kita lakukan saat kita bermalas ria itu, adalah sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Jadi, bukan cuma tidur-tiduran, melamun, dst, tapi juga hal-hal seperti faceb**k-an seharian, nonton ga berguna, baca yang ga penting, dst itu juga termasuk transformasi dari kemalasan kita. (Mengingatkan diri sendiri)

Satu yang jelas dari kemalasan adalah, “Bukan hanya tak ada gunanya, tapi akan banyak memberikan mudharat baik bagi diri kita sendiri maupun orang lain, baik untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang. Misal, bila kita malas nyuci aja, bukan cuma kita yang repot pas hari minggu, tapi juga teman-teman yang sama-sama malas ga kebagian tempat njemur. Bukan cuma saat nyuci yang bikin pegel, tapi juga kuliah besok Senin jadi ga siap karna kita nyuci seharian. Hehe. ^^v

Terus, kalau kita bermalas-malasan OL, update stat*s dan twe*t yang isinya “Bobo dulu, aah”, Pingin terjun ke hatimu, tenggelam di sana”, “Kau pergi tinggalkanku, hiks-hiks”, “Dedek sakit nih, yang…”, “Aku adalah makhluk tersial”, dst. Ditambah pula dengan komentar-komentar menggoda dari lawan jenis. Belum lagi upload foto yang menampakkan keindahan tubuh, dikomentari “salam kenal, manis amat”.

Aih. Panjanglah ceritanya, hingga sampai waktu sahur kita masiiih aja malas-malasan menghadap hape atau lepi. Manfaatnya apa sih? Ga ada, kan? Curhat? Mending sama ALLAH, sama ibu, sama sahabat. Pingin orang tahu wajah kita kayak apa? Emang kalau orang tahu kenapa? Malah, orang-orang jadi pada tahu keseharian kita, aib kita, masalah kita, dan ketidakpercayaan kita pada ALLAH bahwa air mata tak ada yang abadi, bahwa kecantikan tak ada pula yang abadi. Hufh-hufh. Panjang deh kalau ngomongin ini (esmosi, hehe). v^^v

(Mikir-mikir, nulis apa lagi, ya?) Hm, beberapa faktor yang bikin kita malas. Aku daftarkan, ya:

–          “Bawaan”. Ga tepat tapi kalau dibilang “sudah bawaan”, kita aja yang menganggapnya begitu. v^^

–          Keadaan lingkungan. Misalnya, kalau lingkungan kos atau kampus ga kondusif, plus jarang pula seseorang mengikuti kajian, bisa dipastikan kemalasan adalah makanan sehari-harinya. ^^v

–          “Ga cukup waktu”. Ini biasanya terjadi pada orang yang ga bisa me-manage waktu. Misalnya, dia tidak sadar bahwa dia kebanyakan jalan-jalan, sehingga ketika nilainya jatuh dia menyalahkan keadaan bahwa kuliahnya terlalu padat.

–          Godaan syaithan.Ini dia yang paling parah dan paling banyak menjadi sebab kemalasan generasi muslim yang seharusnya tangguh, bertahan sampai mati. Eh, malah kalah sama godaan makhluk terkutuk, terbenci, terhina dst. (Semoga kita nggak yaaa.. T.T Aku juga ga kuat-kuat amat)

–          “Faktor X”. Kenapa? Karena setelah ALLAH, pribadi yang sedang menderita malaslah yang seharusnya paling tahu, “Kenapo sayo iko malas?”. Kebetulan aku belum pernah survey, hehe. 😀

Di atas semua itu, yang menurutku merupakan constraint paling logis adalah, ketika salah satu Al Asmaul Husna, Al Bashiir, Maha Melihat, terabaikan. Bahwa ALLAH melihat tiap titik atom di tubuh terkecil sampai tiap galaksi hingga bintang-bintang yang lebih besar dari matahari. Termasuk kita, manusia seutil ini, sering kali mengabaikan bahwa ALLAH itu ada, melihat kita, tahu apapun yang kita lakukan, rasa, pikir, bahkan apa yang tak kita bayangkan. Ngerti, ga? Hehe. Kalau belum yuk lanjut, kita coba berantas rasa malas ^^, nih aku kasih tips, khusus buat pembaca yang baik hati.. 😉

–          Carilah sebab utama rasa malas kita. Kira-kira kalau kita lagi males ngaji, apa karena ga punya waktu? Kalau kita lagi males sedekah, apa karena masih ngerasa kurang rizki yang ALLAH kasih? (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Ar-Rahmaan.) Kalau kita lagi males senyum, kenapa tuh, lagi putus cinta? Hehe. v^^ Jangan sedih,  ya, teman. Pokoknya kalau ada masalah, berantas dulu akar masalahnya. d^.^b

–          Coba rehat. Istirahat dulu, lah, sebentar. Mungkin kita dah terlalu jenuh sama kehidupan yang fana ini. Coba bawa tidur, dengerin Alquran dari hape atau lepi, makan, dst. Segerin pikiran dikit, cari hiburan yang bermanfaat biar semangat muncul lagi. ^^

–          Jangan berusaha sendiri. Mintalah bantuan orang lain, terutama orang-orang terdekat kita. Kalau aku, aku suka minta doa sama ayah dan ibuku tersayang. Kalau lagi ga ada pulsa nelpon, aku minta sama sahabatku. Minta saling mengingatkan, mempererat ukhuwah. Aku juga biasanya berusaha beraksi duluan mengingatkan, bikin note atau postingan, memberi motivasi dll biar aku juga ada muka kalau minta penenangan ketika lagi sedih. Tapi tetap, saudara kita hanya mampu memberi saran, sandaran bahu, dan wajah cerah. Jika tidak kita yang berusaha berubah, percuma. v^^v

–          Ingatlah ayah, ibu, orang-orang terdekat kita, yang menaruh harapan sangat besar pada kita. Aku ga tau,sih, tapi kalau aku, ketika semangatku jatuh, aku ngaji dll, lalu kupandangi foto keluarga, foto orang-orang yang memotivasiku, orang-orang yang menantiku lulus dari STIS dengan nilai yang memuaskan. Serta merta teringat perjuangan mereka, peluh mereka tuk memperjuangkan hidupku di Jakarta. Begitu pun dikau, saudaraku, memang kita takkan pernah bisa membalas jasa sepasang manusia terhebat di mata kita, tapi setidaknya kita harus bisa tidak mengecewakan mereka, kan. Tips nih : sering-sering telpon ibu. d^^v Suara beliau menyejukkan loh.

–          Camkan baik-baik Al Asma’ul Husna, Al Bashiir, Maha Melihat. Sifat ALLAH pula bahwa DIA adalah ‘Ilmu, Maha Mengetahui. Ada lagunya, ALLAH knows (aku suka, hehe). ALLAH tahu, saudaraku, ketika kita rapuh, ketika kita menangis karna sudah tak ada daya untuk bertahan. ALLAH tahu, saudaraku, ketika kita sudah mengerahkan segala tenaga untuk berjuang. Dan ALLAH tahu, tiap titik pikiran kita, tiap titik niat kita, tiap titik nafas dan detak jantung kita. ALLAH bahkan tahu, sedikit saja lintasan rasa di hati kita. Subhanallaah. Aku rasa dengan memegang teguh ini, apapun tantangannya, kita akan senantiasa rajin dan teguh. Dalam hal apapun, ingatlah, ALLAH  menilai proses, bukan hasil. Dan kemalasan adalah salah satu dari proses kita. Jadi, bersemangatlah.. ^^

–          Banyak mengingat mati. Bila kita mati, satu jari pun tak ada yang bisa kita lakukan. Satu persen pun tak bisa kita jadikan modal menghadap-NYA. Sepopuler apapun kita di dunia, tak ada artinya bila kita sudah mati nanti. Hanya ada 3 hal yang kita bawa : Ilmu yang bermanfaat, pahala shadaqah jariyah (rantai pahala, tuh ^^), dan doa anak solih (aku belum menikah, jadi baru dua siap-siapnya, hehe). Naah, kalau kita rajin nyari ilmu dan berbagi, rajin sedekah, dan berjuang untuk masa depan kita. Maka bila kita mati dalam khusnul khatimah (Aamiin), subhanallaah ya? ^^b

Dah cukup belum nih? Kalau belum, nih tak kasih kalimat ALLAH Yang Maha Perkasa untuk saudaraku di sana. Juga sabda baginda Rasulullah sang tauladan utama. Plus kalimatku yang ecek-ecek:

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al Baqarah : 153)

“Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” (Al Baqarah : 82)

“… Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqarah:256)

“Sesungguhnya ilmu itu diperoleh dengan belajar, dan kesantunan itu diperoleh dengan kerendahan hati, sedangkan kesabaran itu diperoleh dengan keteguhan hati.” (HR. Ibnu Hajar)

 “Sesungguhnya ALLAH mencintai salah seorang di antara kamu jika mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh.” (HR. Ath Thabrani)

“Jika seorang anak adam meninggal dunia, maka semua (pahala) amalnya terputus, kecuali (pahala) shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang selalu memanjatkan do’a untuknya.”(HR Muslim)

Rapuhlah, sejenak saja. Lalu bangkitlah, air mata tak abadi. Waktu tak sedetikpun dapat kembali. Karna yang kau tanam hari ini, jika tidak di sini, ALLAH akan menghadiahkan syurga padamu nanti. (Nofriani)

Untukmu yang lelah berjuang, bacalah ini dengan hatimu. Yakinlah, mintalah pada ALLAH tuk mengatur dan menjaga hati kita. Karna sesungguhnya hanya ALLAH yang membolak-balikkan hati kita, termasuk rasa malas yang sudah mendarah daging. Bersemangatlah, untuk ALLAH, Rasul-NYA, ayahmu, ibumu, saudara-saudaramu, dan untuk dirimu sendiri. (Nofriani)

Semoga bermanfaat. ^^

Gambar dikit lagi : Hehe

32 thoughts on “[Tips] Mengatasi Kemalasan dengan Izin-NYA

Terima kasih atas komentar antum. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s