[Renungan] Ketika ALLAH Menjawab “TIDAK”


Ketika ALLAH Menjawab “TIDAK”

Kadang kala kita berpikir,

Bahwa “ALLAH tidak adill.”

Kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta sampai nangis darah, tersungkur di atas lembaran sejadah malam, bersusah payah seasin payau dan berusaha sekeras baja, pagi-siang-malam-pagiLagi, tapi tak ada hasilnya. Setitik pun tak terasa. Benih semangat yang telah kita tanam tak kunjung jua kita semai. Maka saudaraku, “…boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu…” (QS. Al Baqarah : 216).

Kita mengharapkan sebuah pekerjaan/kelulusan, puluhan bahkan ratusan permohonan telah kita kirimkan, tapi tak ada jawaban sama sekali, sedang orang lain dengan mudahnya mendapatkan pekerjaan/lulus. Maka saudaraku, “Barangsiapa bertakwa kepada ALLAH niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (At Talaq : 2).

Kita sudah berusaha menjaga diri dan tidak buat ulah, tapi masih saja digunjingi orang. Kita sudah berjilbab, tapi masih saja dikritik “katanya berjilbab, tapi masih aja GJ”. Kita sudah menundukkan pandangan, tapi malah diejek, “cari uang jatuh, Neng/Mas?”. Maka saudaraku, “Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Baqarah : 82).

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, yang kita cintai dan mencintai kita, yang baik dan “tak tinggalkanku”. Tapi pengharapan itu malah berakhir dengan penolakan dan kegagalan, plus “pengkhianatan”. Tapi orang lain dengan mudah berganti-ganti pasangan (na’udzubillah). Maka saudaraku, “Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (QS. An Nuur : 26).

Kita menginginkan harta dan kecukupan, namun kebutuhanlah yang terus menanjak pelan. Cari uang sana sini, nihil. Cari kerja sampingan, gagal. Kita mengharapkan rizki yang halal, susah payah berhemat dan mengejarnya. Tapi orang lain dengan mudah memunguti apa-apa yang ditemuinya (korupsiy). Maka saudaraku, “Dan kalian mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.” (Al-Fajr: 20).

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS Al-Baqarah [2]: 153)

Renungkanlah wahai saudaraku..

ALLAH Menyayangi kita.. Dia takkan pernah lupa pada hamba-Nya. Siapapun engkau, bila ada iman yang benar di hatimu, maka ALLAH selalu bersamamu.

Aku ingat kata seseorang yang sangat baik padaku, “Penghuni surga itu harus menghadapi banyak ujian, Ukh.” Beliau kerap mengatakan, “Ujian itu sesuai tingkatan iman, Ukhtiy, muslim itu ibarat pedang, ALLAH selalu mengasahnya supaya makin tajam.

Subhanalloh, semoga kita termasuk hamba ALLAH yang bersyukur.. Aamiiin..

Demi ALLAH Yang Maha Memudahkan, tidak ada satu titik pun yang terlewatkan oleh-Nya.

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^

Oleh Nofriani, di Jakarta, Kosan, Kamis 110811, 1.34pm

Di atas rindu pulang memeluk ibu.

Semoga bermanfaat. v^^

Related Posts :

77 thoughts on “[Renungan] Ketika ALLAH Menjawab “TIDAK”

Terima kasih atas komentar antum. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s