[Cerita] Inspirasi Menulis, Menulis Menginspirasi


Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Assslaamu’alaykum warohmatulloh wabarokaatuhu..

Waduh aku mau mulai nulis dari mana ya. ==’ Jarang banget soalnya bikin promosi buku begini. Hehe. Tapi biar buku kami laku jadi harus gencar jualan. ^^

Beberapa bulan lalu aku mengikuti sebuah lomba menulis. Yang ngadain mbak Tri Lego Indah, beliau mengajukan tema “Inspirasi Menulis”, jadi kenapa kita musti nulis—kenapa kita tidak harus selalu menjadi pembaca—kenapa kita perlu menorehkan tinta sebelum nafas berhenti—daan—kenapa aku ikut? @.@

Awalnya aku juga bingung mau ikut apa nggak, takut ga menang dan lain-lain. Tapi seorang saudaraku bilang, “Kalau antum ikut, antum sudah jadi pemenang untuk diri antum sendiri ukh.” Oh iya juga, ya, kenapa takut kalah tah? Kalau ga lolos aku bisa masukin karyaku ke blog ^^b

Tapi nasib berkata lain, Alhamdulillah aku lulus.. T_T Walau cuma juara 3, aku klepek-klepek bukan kepalang. Sujud syukur sambil ngos-ngosan. Hehe. Subhanalloh, seketika aku sadar, ALLAH selalu menitipkan kelebihan di diri kita. Seburuk apapun, semalang apapun, selalu ada kekuatan yang dititipkan oleh-Nya.

Bulan berganti bulan, aku menunggu sang buku diterbitkan. Semangatku mulai runtuh, karena belakangan aku sering gagal ikut lomba. Hiks. Hehe. (Tetap semangat lah ya) Tapi tak kusangka, 29 September lalu, aku dikabari bahwa sang buku sudah terbit.. Wuiish.. Buku pertamaku niih.. ><

Covernya so sweet yaa;;

Senaaang sekali rasanya, walaupun ini sebuah antalogi (bukan buku sendiri, tapi bareng-bareng), perasaanku sudah jauh dari senang. Membuncah-buncah serasa mau meledak. Aku ga sabar membaca cerita-cerita 20 kontributor lainnya. Dan tentunya ga sabar juga melihat namaku di salah satu halamannya. Hehe.

Oh ya, naskahku ya, ehm. Aku ga tau kenapa naskahku lolos, ^^’ mungkin karena kupasan cerita dan bahasaku kali ya. Atau bisa juga caraku menuliskan kenapa aku suka menulis. Kenapa aku lebih suka menulis daripada marah, lebih suka menulis daripada nonton, dan lebih suka menulis daripada menangis. (Ga nyambung -.-)

Ehm, isi naskahku bercerita tentang awal mula aku tertarik menulis, rahasia kenapa seorang Safira Khansa (nama penaku) bermimpi menjadi penulis ulung. Rahasia kenapa artikel Menghapus Kesedihan bisa kutuliskan, rahasia kenapa aku sayang sekali dengan blogku ini, rahasia kenapa aku demikian lama terpuruk dalam kesedihan (sebelum kutuliskan artikel itu), rahasia betapa susahnya hidup sendiri di Metropolitan. Semua ada di sana.

Naskahku ini pernah kulihatin pada beberapa orang, semua bilang “menyentuh”. Dua orang temanku malah sampai nangis membacanya. ^^’ Aku ga tau kekuatan apa yang kutitipkan di sana, kecuali semangat besarku ingin menjadi pejuang pena.

Naah, kalau sahabatku ingin ikut membaca, bisa pesan ke aku (ujung-ujungnya jualan ^^v). Atau bisa pesan langsung ke Leutika Prio, kalau nggak sama mbak Indah. Harganya murah kok, Rp 35.300,- + ongkos kirim. Kalau temen-temen mau beli di atas 10, ongkos kirimnya gratis. ^^b, jadi kalau yang pesan ke aku ada 10 orang atau lebih, masing-masing ga perlu kena beban ongkirnya. Asyik kan? Hehe.

^.^ terima kasiiih..

Ohya, “Hidup manusia itu seperti sebuah buku. Front cover adalah tanggal lahir, back cover adalah tanggal pulang. Tiap lembarnya adalah tiap-tiap hari dalam hidup kita. ada buku yang tebal ada pula yang tipis. Ada buku yang menarik dibaca, ada yang tidak sama sekali. sekali menulis tidak akan pernah berhenti sampai selesai. Yang hebatnya, seburuk apapun halaman sebelumnya, selalu tersedia halaman selanjutnya yang putih bersih, baru, dan tiada cacat. Sama dengan hidup kita, seburuk apapun kemarin, Tuhan selalu meneyediakan hari yang baru untuk kita. kesempatan yang baru untuk bisa melakukan sesuatu yang benar setiap harinya, memperbaiki kesalahan dan melanjutkan alur cerita yang sudah ditetapkan-Nya.”

                Maka pesanlah buku ini. Tapi aku ga maksa kok, maaf kalau tulisanku agak mengganggu. Hehe. Syukron..

81 thoughts on “[Cerita] Inspirasi Menulis, Menulis Menginspirasi

    • Wa’alaykumussalaam warohmatullooh wabrokaatuhu.
      Aduh mohon maaf saya kelamaan, baru sempat liat blog soalnya..
      sudah saya jawab komentarnya mas

Terima kasih atas komentar antum. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s