[Renungan] Teruslah Mengeluh, Saudaraku..


Fulanah: “Aku benci, Mbaak.. T__T Banyak banget masalahku.. Hiks.. Sial banget aku, Mbak.. T___T”

Mbak fi   : “Lah? ^__^ Kenapa, Dik? Lagi galau nih?”

Fulanah: “Ada ga ya, Mbak, yang lebih sial dari aku? Hiks-hiks..”

Mbak fi   : “Looh.. ^^’?”

Fulanah:

Semoga sedihmu hilang, masalahmu selesai, dan tulisan ini menenangkanmu.. Aamiin..

Assalaamu’alaykum warohmatullooh

wabarokaatuhu.

                Ya, seperti itulah contoh kecil keluhan anak-anak muda (kita?). Resah gelisah penuh sesak yang dirasakan para penikmat usia remaja. Anggapannya, tak ada lagi yang perlu dilakukan saking banyaknya masalah hinggap di hidup ini. Katanya, tak ada lagi yang perlu dipertahankan saking sialnya diri ini. Ups? ^^

                Saudaraku, kadang-kadang, ada masa kita merasa sulit, banyak sekali halangan dan rintangan. Beban hidup dirasa terlalu berat untuk dipikul sendiri. Seakan-akan tak ada yang peduli, tak ada ruang untuk bernafas menikmati masa santai. Duh, andai ana bisa meraih dan menggenggam tanganmu, kulakukan itu dan berkata..

“Seorang muslim itu ibarat belati, Dinda.. Akan sering diasah oleh pemiliknya, makin rajin diasah, sakitnya makin menjadi-jadi. Namun belati itu makin tajam karenanya. Pun kita, diberi ALLAH banyak batu-batu pengasah ketajaman iman, to help you be a good dagger.. Insya ALLAH” –> kata seseorang padaku

                Nopo sih, kita mengeluh? Sekarang lagi banyak ujian? Maka setiap mahasiswa akan mengalami ujian di perkuliahan (mengingatkan diri sendiri, hhe). Sedang putus cinta? Maka banyak anak yatim yang tidak pernah mencicipi manisnya cinta. Atau, lagi kere? Maka para peminta di luar sana tidur beratap langit & berselimut kegelapan malam. Aih, ingatlah ini, Saudaraku..

“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun.

Dan demi bukit Sinai. Dan demi kota (Mekah) ini yang aman.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

(Q.S. at-Tiin : 1-4)

                Betul, ALLAH telah bersumpah atas nama bukit dan kota tempat Rasul-Nya mengemban amanah dakwah, bahwa tiap-tiap kita, tanpa terkecuali, eksekutif, telah diciptakan dalam keadaan yang terbaik. Apapun keadaan diri yang kita tangisi & sesali saat ini, itulah kondisi terbaik yang ALLAH hadiahkan. Yang keliru adalah cara kita merasakannya, bukan dengan apa yang ada. Sungguh, banyak hal yang tidak pernah bisa kita tebak, rencana indah-Nya di akhir perjuangan kita. Insya ALLAH..

                Ana mau tanya sedikit. Kira-kira yang kita sesali apa ya? Apa masih kurang cantik? Aih, cantik & tampan itu akan hilang ditelan waktu. Cantiknya akhwat adalah lembutnya, tampannya ikhwan adalah wibawanya. Apa sakit-sakitan? Duh, ALLAH menghapus dosamu tiap kali sakit itu datang. Apa masih kurang tebal ni dompet? Duh, harta tidak dibawa mati. Atau, masih merasa jadi tong singgah masalah hidup? Aih, kadang kita lupa, bahwa:

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan … “Bilakah datangnya pertolongan ALLAH?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan ALLAH itu amat dekat.” (Q.S. al-Baqarah: 214)

Nabi Ayyub ‘Alayhi Salam, menderita kusta selama tujuh tahun, sampai tak mampu lagi bergerak bebas. Sedang anak-anaknya meninggal satu persatu, hartanya habis, orang-orang menjauhinya karena takut tertular, hingga isterinya pun pergi meninggalkannya. Pantaskah kita bandingkan dengan keadaan kita yang sedang “merana” gara-gara kehilangan satu atau dua ratus ribu?

Rasulullooh Shalollohu ‘Alayhi Wasallam, dicaci dan dimaki. Diperangi. Dibilang gila, dikejar-kejar kemana-mana, diburu untuk dibunuh. Padahal beliau manusia agung pilihan ALLAH, untuk membimbing dan menyayangi kita semua. Namun benar, amanah dakwah itu tidaklah ringan. Kemuliaan sejati telah beliau dapatkan di sisi ALLAH Subhanahu Wata’ala.

Lalu..

Pantaskah kita merasa sedih, karena merasa tidak punya teman atau saudara? Pantaskah kita mengeluh, karena dinilai sok alim, sok lembut, sok menasihati? Sungguh, ALLAH memilihmu untuk selalu dekat dengan-Nya, diberi-Nya banyak ujian agar engkau selalu mengingat-Nya, mengadu pada-Nya, dan bercerita pada-Nya di sela-sela sholat malammu. Insya ALLAH..

Kadang, ketika musibah singgah, keluhan kita lebih panjang dari istighfar yang seharusnya kita tuturkan. Ketika masalah mampir, kadang penyesalan lebih bersinar-sinar daripada tafakur kita pada-Nya.. Dan kadang, kita memilih susah-susah mengeluh daripada bersyukur, lebih memilih marah-marah daripada bersabar..

“… kesabaran itu lebih baik bagimu…” (Q.S. an-Nisaa’: 25)

                Mungkin, kita hanya melihat titik hitam di atas kanvas putih. Tidak kita lihat miliaran titik putih yang mengelilinginya. Pun, jarang sekali rasanya kita melihat betapa ALLAH telah memberi kita nafas, detak jantung, emosi, tubuh yang sempurna, suara yang bagus, wajah, kecerdasan, dan bahkan ALLAH memberi kita tulang untuk menopang tubuh. Tiap titik penyusun tubuh ini diciptakan oleh-Nya dengan penuh cinta dan kasih sayang. ALLAHuakbar.

                “Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan ALLAH di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Yunus: 10)

Cobalah kita bayangkan, seandainya kita tidak cukup rizki untuk membeli pulsa modem, akankah kita bisa update status di faceb**k? Seandainya kita tidak diberi lambung seperti saudara kita yang tidak sempurna lahirnya, apa sanggup kita bertahan barang setahun? Atau, sedikiit saja, bila kita tidak diberi ibu jari, mana bisa kita makan selancar ini? Demi ALLAH Yang Menciptakan-ku, ada banyak makhluk yang jauh lebih sial hidupnya dari kita.

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S. Ar Rahmaan)

Lalu, ALLAH memberi kita air mata, agar kita punya cara ‘tuk melelehkan batu kesedihan. ALLAH memberi kita mata dan lidah agar kita punya alat ‘tuk membaca al-Quran. ALLAH memberi kita kaki dan tangan agar kita punya tenaga untuk sholat. Dan ALLAH memberi kita sikap sabar agar kita tidak termasuk orang-orang yang mendustai rahmat-Nya..

 Tak ada satu rizki yg ALLAH berikan kepada seorang hamba yg lebih luas baginya daripada Sabar.” (HR. al-Hakim)

Bagaimana dng mereka yang tidak lengkap tubuhnya? Yang gila? Yang lahir & besar di jalanan? Sungguh, tidak perlu mencari alasan ‘tuk bersyukur, karena alasan itu begitu sering datang untuk dinanti.. ^^ Alhamdulillaah.. Kadang kita lupa, ALLAH memberi semua yang kita butuhkan, walau kadang kita tidak memintanya, tidak menyadarinya..

 “.. ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (Q.S. al-Baqarah: 152)

Mungkin ada yang bertanya, kapankah semua sesak ini berakhir? Kapankah tiba masa di mana tiada lagi tangis sedih dan kelelahan? Kapankah “masa santai” itu datang, membelai lembut hati yang telah keropos ini? Kapankah masalah-masalah itu lelah mengejar-ngejar tubuh yang telah lelah ini?

Ya..

Saat ruh ini telah berangkat dari tanahnya. Saat “mati” telah kita alami, saat jantung tak lagi berdetak, saat itulah tiap sesuatu di dunia ini berakhir. Bergantikan keabadian di kehidupan setelahnya, ntah itu di Naar, atau di Jannah (semoga di Jannah, ya. Aamiin). Karenanya, stay strong, Saudaraku. Inilah pernak-pernik kehidupan. Persiapan kita menghadap-Nya.

Saudaraku yang baik, ana mengingatkan antum dan diri ana pribadi.. Bahwa kadang, bukan saatnya kita bertanya-tanya mengapa ALLAH tidak mengabulkan doa kita. Tapi adalah seharusnya kita renungkan, sudah adakah yang kita lakukan untuk dan karena-Nya?

Karena syukur itu adalah niscaya, perintah dari ALLAH..

Semoga ALLAH memuliakan kita. Aamiin.

Nofriani, Rabu, 15 Februari 2012, 05.51pm

Dengan Cinta ALLAH dalam tiap tarikan nafasku

Dalam sakit penghapus dosa, dan UAS penguji ketangguhan

“Sesungguhnya ALLAH mencintai hamba yang bertakwa,

hamba yang hatinya selalu merasa cukup…”

(HR. Muslim no. 2965, dari Sa’ad bin Abi Waqqash)

45 thoughts on “[Renungan] Teruslah Mengeluh, Saudaraku..

  1. Kunjungan lagi fie, bagus sekali artikelnya …
    Allah tidak memberi apa yang kita Minta, tapi Allah akan memberi apa yang kita Butuhkan …
    Sukses terus buat blognya … jgn lp b’kunjung …

  2. Terimakasih ya atas artikel artikelnya, astaghfirulloh,, alhamdulilah, terus buat ya, palagi galau sedang marak melanda remaja

Terima kasih atas komentar antum. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s