[Semangat] Ukhtiy, Aku Nggak Cantik…


Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuhu.

“Ukhtiy.. Kenapa ya.. Aku nggak cantik..?”

“Laa Tahzan..” dalam at-Taubah: 40, “InnALLAAHama’anaa..”

Pernah ada yang bertanya begitu pada ana. Hm, ingin kugenggam tangannya, berujar lembut seraya tersenyum, “Tiap wanita itu cantik.. Ini hanya soal persepektif..” Semoga tulisan ini mampu menenangkan muslimah anggun yang tengah membacanya. Aamiin..

Ukhtiy, setiap manusia,” ujar Safira Khansa, Diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Maka inilah hadiah kecil dari ana, untukmu Saudariku. Saudariku yang cantik, cerdas dan insya ALLAH shalihah. 🙂

Kadang, kala melihat aktris KCB, Ayat-ayat Cinta, dll, hati ini ciut melihat pesona kecantikan yang dimiliki tiap-tiap mereka. Ntah “cantik(?)” karena seksi, atau cantik karena keanggunan dan kelembutannya. Sedang kita, bila berkaca selalu menghela napas, “Kenapa, ya, aku nggak cantik?”, “Kenapa ya, aku gemuk?”, “Kenapa ya, aku nggak putih?”, “Kenapa ya, aku jerawatan, pendek pula?”, “Kenapa, sih?”

Hm, panjang pokoknya keluhan dan “cita-cita” kita tentang kecantikan fisik ini. Duh, coba deh, ana tanya, perempuan yang cantik itu seperti apa, sih? 🙂 Apa yang ketika lewat tiap pasang mata terpesona dengan wajahnya? Apa yang fotonya dikoleksi satu juta orang? Apa yang diperebutkan banyak pria? Atau yang jadi bunga kampus (bunga desa kali ya :p)? Bukan kan, ya? 🙂

Cantik itu ada di sini, Ukhtiy. Tunjuk hatimu, di sana lah kecantikan kau miliki. Bukan pada keseksian bibir atau keindahan mata, bukan pada pipi mulus atau kulit putih. Bukan di mana pun kecuali di sana, di rongga qalb ini. Karena bila ia “cantik”, sekujur tubuh kita adalah “cantik”. Tidak percaya? Yuk, simak..

“Ketahuilah bahwa dalam jasad ada segumpal daging, jika ia baik maka seluruh jasad menjadi baik, tetapi jika ia rusak maka seluruh jasad akan menjadi rusak, ketahuilah segumpal daging itu adalah hati”. (HR. Bukhari Muslim)

Nah, loh, baginda umat telah menghibur kita sejak 14 abad silam. Cantik itu tak tampak di wajah, tapi “nyata” dalam akhlak. 🙂 Ulasan lebih lanjutnya begini, sedikit misal seorang idola (aktris?) dikagumi kecantikan dan kepiawaiannya dalam ber-acting. Suatu hari didapati si aktris mengonsumsi narkoba. Lalu apa cantiknya masih “cling”, Ukh? Nggak toh.. Adanya justru komentar kurang bersahabat, seperti “Iih, cantik-cantik kok gitu.”

Jadi, kecantikan fisik Cleopatra yang kita impi-impikan itu belum tentu merupakan sebuah kemuliaan di hadapan ALLAH dan manusia. 🙂 Belum tentu bertubuh tinggi itu menyenangkan. Belum tentu berwajah “cantik” itu membahagiakan. 🙂 Selalu ada perspektif positif dan negatif. Lagi pula, ALLAH lebih mengetahui bentuk wajah seperti apa yang kita perlukan:

“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun.

Dan demi bukit Sinai. Dan demi kota (Mekah) ini yang aman.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dlm bentuk yg sebaik-baiknya.

(Q.S. at-Tiin: 1-4)

Waah, ALLAH telah bersumpah atas nama bukit dan kota tempat Rasul-Nya mengemban amanah dakwah, bahwa tiap-tiap kita, tanpa terkecuali, eksekutif, telah diciptakan dalam keadaan yang terbaik. Adapun keadaan fisik yang kadang lupa kita syukuri ini, itulah kondisi terbaik yang ALLAH hadiahkan. 🙂 Yang keliru adalah cara kita memaknainya, bukan dengan apa yang ada. ^^

Satu yang tak ana dustai dan harus ukhtiy percayai, bahwa cantik fisik itu akan pudar. Pasti. Akan melayu dimakan usia. Pun, tak begitu adanya dengan cantik hati, atau yang biasa dikenal orang dengan.. “Inner beauty”.

Inner beauty? Apa sih? Ya, kalau orang bilang itu adalah “cantik dari dalam”, maka ana bilang ialah itu kecantikan akhlak. Yakni ketika kita mau menjadi perempuan tulen yang anggun, tertawa seadanya, tidak hobi teriak-teriak, ramah, lembut, tidak gampang sewot, dan tentunya selalu dekat dengan ALLAH dan al-Quran, ketika itu pula label “kecantikan sejati” telah kita dapatkan. 🙂

Kecantikan sejati tidak akan pernah diperoleh dengan memamerkan perhiasan tubuh, tidak pula dengan ke salon dan facial tiap hari, apalagi dengan tidak menjaga kehormatan diri. Karena cantik sejati itu hanya akan ada ketika kita menjaga “kecantikan” kita dengan kemasan manis bernama akhlakul mahmudah (akhlak yang baik). ^^

Ukhtiy, alangkah baiknya kita bersyukur, ALLAH menjadikan kita muslimah yang insya ALLAH shalihah. Muslimah yang berhati-hati menutup rapat auratnya, yang pemalu dan menjaga diri, dan yang senantiasa wara’ (berhati-hati). Sedang tidak setiap insan boleh beruntung memperoleh nikmat iman dan manis hidayah di qalbnya..

“Dan tidaklah kutinggalkan setelahku fitnah (cobaan) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari Muslim)

Mungkin kadang, kita hanya melihat satu dua jerawat nongol di jidat, atau postur tubuh yang semampai (semester tidak sampai v^^). Padahal ALLAH telah memberi kita senyum yang manis, gigi yang lengkap, rambut yang utuh, suara yang merdu, dll. Sedang banyak perempuan lain yang lahirnya tidak sempurna, ada yang matanya hanya satu, ada yang tidak punya usus, ada yang kembar siam. Astaghfirullah, mari kita bertahmid, Saudariku.. Alhamdulillaah..

Ukhtiy, anti cantik, percayalah. Hanya kadang, ukhtiy tidak menyadari betapa cantik dirimu, Sayang. 🙂 Yuk, mulai dari detik pertama usai membaca, kita akarkan pohon syukur di taman qalb kita. Syukuri apapun kondisi wajah dan bentuk tubuh yang ALLAH hadiahkan untuk kita. Syukurilah, ukhtiy, sebelum terlambat bagi kita bersyukur..

“… Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.S. Ibrahim: 7)

Satu yang jelas, ukhtiy. ALLAH sama sekali tidak mempermasalahkan parasmu. 🙂 Hanya hati dan ekspresi kebaikan hati (akhlak dan amal) lah yang Ia nilai. Rasulullah sendiri yang menjaminnya.

Sesungguhnya ALLAH tidak melihat bentuk-bentuk tubuhmu dan hartamu, akan tetapi ALLAH melihat hati-hatimu dan amal-amalmu.” (HR. Muslim)

Dan, akan tiba masa saat seseorang yang halal, menjadikan kita makhluk tercantik di hidupnya. Sejak bersatu dalam akad hingga maut memisahkan kita dengannya. Siapa, ya? 😉 Ups, jatah halamannya sudah selesai.  Hehe. Aamiin ya, Ukh. Yuk, mari bersyukur. Mari meraih kecantikan dengan akhlak yang “cantik”. ^^

Karena kadang kita lupa, ALLAH menyayangi kita bagaimanapun kondisi paras dan tubuh kita, asal kita dekat dengan-Nya. 😉

Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan-perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)

42 thoughts on “[Semangat] Ukhtiy, Aku Nggak Cantik…

  1. Pingback: [Renungan] Keniscayaan Kesedihan Kita | Merajut Kata

  2. terimakasih atas nasehatnya ukhti,,
    sekarang ana jadi lebih ngerti makna “cantik” itu.
    ana ajha sampe nangis neh bcanyaa,,
    salam kenal ya ukh,,

  3. Syukron.. sesaat sebelum saya membaca tulisan ini saya sedang sedih karna mengapa saya tidak secantik teman-teman saya.. tapi setelah membacanya, saya mengerti, apalah yg dicari dari kecantikan fisik, karna Allah tidak mempermasalahkannya.

Terima kasih atas komentar antum. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s