[Renungan + Cerita] Bapak Tukang Sol, Gigi Gingsul, dan Kesendirian Perjuangan#Part3


Kalau belum baca; Part 1 dan Part 2.

Namun..

Alhamdulillaah, atas usaha sendiri, 24 Mei lalu, fungsi dasar aplikasi ana berhasil bekerja.

Alhamdulillaah..

Alhamdulillaah..

Tiga bulan penuh, ana terjatuh dan bangun. Tiga bulan pula ana tersandung dan bangkit. Tiga bulan, rasa putus asa mencoba menyerang dan menembus pertahanan semangat ana. Dan sekali lagi, cahaya ALLAH tidak pernah redup. ALLAH kita selalu menghadiahi kemudahan bagi hamba yang berusaha dan menggantungkan diri pada-Nya. Alhamdulillaah.. Alhamdulillaah..

“ALLAH menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Kepunyaan-Nya-lah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat ALLAH, mereka itulah orang-orang yang merugi.” (Q.S. az-Zumar: 62-63)

Masya ALLAH..

Kalimat-kalimat-Nya benar-benar kalimat paling indah, paling hebat dan menggetarkan. Lewat perjuangan yang baru separuh ini, ALLAH rupanya hendak mengajari ana bahwa..

Pertama, tidaklah harus kita menunggu alasan untuk menorehkan senyum syukur. Untuk menghaturkan terima kasih pada-Nya. Karena alasan untuk bersyukur terlalu sering datang untuk ditunggu. Itulah yang secara tidak sengaja diajarkan oleh bapak tukang sol tempo hari.

Kedua, tidaklah pantas kita menyesalinya, jika kita tidak memiliki hal yang dimiliki orang lain. Jika kadang kita tidak seberuntung orang lain. Apa yang kita sesali, bisa jadi kelak merupakan kelebihan kita. Apa yang kita benci, bisa jadi kelak yang membuat kita bahagia. Ah, ALLAH punya cara sendiri dalam menyayangi kita. ALLAH punya hadiah paling indah, perlindungan paling kuat, petunjuk paling mulia; iman dalam keislaman. Itulah yang ana pelajari ketika dulu mengetahui kabar snaggle teeth di Jepang.

Ketiga, biarlah jika tampaknya perjuangan ini adalah perjuangan berat dalam kesendirian. Biarlah jika tampaknya tiada satu pun bahu yang bersedia menampung aliran air mata kelelahan kita. Biarlah, jika tampaknya tak kunjung tampak garis finish perjuangan kita. Biarlah, karena jika ALLAH sayang kita, tiada lah hal yang perlu kita takutkan. There’s never anything to worry about, as long as I have ALLAH to rely on.

ALLAH menjalankan hidup kita dengan harmoni yang lebih indah dari alunan nada terindah. Dengan skenario yang lebih menakjubkan dari naskah drama terbaik. Dengan rancangan kata yang lebih mulia dari puisi paling manis. Dengan kasih sayang, dengan kejutan-kejutan menyenangkan dan mengharukan, di sepanjang perjuangan kita. Subhanallaah.. Subhanallah..

“Semoga jalan keluar terbuka,

Semoga kita bisa mengobati jiwa kita dengan doa.

Janganlah engkau berputus asa

Manakala kecemasan yang menggenggam jiwa menimpa

Saat paling dekat dengan jalan keluar

Adalah ketika telah terbentur pada putus asa.”

–‘Ali bin Abi Thalib–

Siang ini begitu mendung, namun hati ana terasa kembali tersapu cahaya terang-Nya. Mata ana kembali berkaca-kaca menuliskan tulisan panjang ini, namun jiwa ana terasa kembali terpenuhi embun-embun iman dan kesyukuran pada-Nya. ALLAHu Akbar, Maasya ALLAH, Alhamdulillaah..

Tiada Tuhan selain Engkau, ALLAHu Rahmaan..

Oh iya, ini ada hadits untuk mengingatkan:

“Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Ya, terima kasih sudah membaca, Saudaraku.. 🙂 Jangan lupa di-share. Agar kebagian pahala jika kelak yang membaca tulisan ini mendapatkan hidayah, atau ketenangan, atau hal-hal baik lainnya, lewat satu kata yang sederhana: share.

Semoga bermanfaat 🙂

Dalam sela-sela merajut kata dan merajut kode

Kamar kos-kosan

Nofriani

Senin, 27 Mei 2013

ALLAH with us

“Laa tahzan, Innallaaha ma’ana..” (Q.S. at-Taubah: 40)

16 thoughts on “[Renungan + Cerita] Bapak Tukang Sol, Gigi Gingsul, dan Kesendirian Perjuangan#Part3

  1. Pingback: [Renungan + Cerita] Bapak Tukang Sol, Gigi Gingsul, dan Kesendirian Perjuangan#Part1 | Merajut Kata

  2. Pingback: [Renungan + Cerita] Bapak Tukang Sol, Gigi Gingsul, dan Kesendirian Perjuangan#Part2 | Merajut Kata

  3. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    man saaro ‘alad-darbi washola

    selamat hari raya idul fitri 1434 H
    mohon maaf lahir dan batin

Terima kasih atas komentar antum. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s