[Cerita + Renungan] Ramadhan Terakhir


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ask Allah not for a long life, but for a good end.

Masih jelas di benak saya…

Pagi buta, 29 Oktober 2018, penjuru Nusantara diributkan oleh kecelakaan pesawat L**n Air yang hancur tenggelam di Perairan Karawang. Dewi Herlina, kakak kandung saya, ialah satu dari 189 korban tak selamat dalam tragedi pilu itu. Dan hingga detik ini, hingga saya tulis cerita ini, namanya tidak termasuk dalam daftar bagian tubuh yang berhasil diidentifikasi.

Walau, telah berbulan-bulan berpulang ke hadapan-Nya, saya merasa kakak masih hidup. Masih di tanah Jawa, tengah bermain petak umpet dengan putra sematawayangnya. Rasa-rasanya, Ramadhan tahun ini, ia pulang ke tanah Sumatra, kampung halaman kami, menengok anak saya yang masih dalam kandungan saat tragedi itu terjadi.

Ya Allah, sulit saya yakini, bilakah kakak telah tiada. Sehelai rambut pun tak terkumpul untuk sekadar mengisi liang nisannya. Tak ada pula tempat berkunjung dikala jiwa haus dirundung rindu. Hanya foto hanya cerita, untuk dikenang sepanjang sisa umur, tentang kakak dan segala kebaikannya.

Ayah, ibu, dan ketiga anak mereka yang masih hidup tahu betul, betapa baik dan murah hati kakak selagi hidup. Betapa tegar, dermawan dan gigih pribadinya. Betapa cerdas akademisnya, sampai-sampai pendidikan dari SMA hingga S2 semua dinikmatinya lewat jaminan beasiswa. Masya Allah, Tabarakallah.

Satu hal yang paling saya kenang tentang kakak adalah kebaikan hatinya. Dulu, saat saya masih mahasiswi di Polstat STIS, ia tak pernah lupa memberi saya tambahan jajan, mengajak saya shopping dan makan enak. Setiap Ramadhan tiba, ia selalu mengajak saya jalan-jalan membelikan baju lebaran untuk dibagikan ke seluruh keluarga besar. Dan setiap Ramadhan hendak usai, ia selalu membelikan saya tiket pulang untuk menjenguk ayah dan ibu.

Ah, banyak nian kebaikan yang kakak tinggalkan; untuk saya, saudara-saudara dan orang tua saya. Samudra Hindia pun tak cukup luas menjadi kanvas berlukiskan kemurahan hatinya.

Ah. Walau kadang kejam, takdir tetaplah takdir.

Harus ditelan walau pahit. Harus diterima walau menyayat hati.

Namun apatah daya, hati ini tak kunjung riang digerus duka.

Siapa mengira, Ramadhan tahun lalu adalah Ramadhan terakhir bersama kakak. Manisnya Ramadhan bersama dirinya takkan terulang. Indahnya Ramadhan ditemani canda tawanya tinggal kenangan. Walau air mata kerinduan telah meluap-luap dalam cawan doa di malam tarawih, hadirnya takkan terganti. Memang, Ramadhan tahun ini penuh tawa dan sukacita bagi saya, karena kehadiran putra pertama kami. Tapi sekali lagi, bagai madu yang telah tumpah, manisnya Ramadhan seakan menghambar, seiring kepergian mereka yang saya cintai.

Orang bilang, jangan sia-siakan puasa, boleh jadi ini adalah Ramadhan terakhir kita. Oh Saudaraku, bolehlah saya tambahi; kepada kita yang masih memiliki orang tua, saudara, pasangan dan anak; kecuplah manisnya Ramadhan dengan kasih sayang berbalut iman. Karena boleh jadi, esok, mereka yang kita cintai sudah tak ada lagi disini.

Semoga Allah menerima kakak saya yang mati syahid, mengampuni dosanya, menghadiahkan pahala yang besar atas jejak-jejak kebaikannya di dunia. Semoga Allah menganugrahkan Ramadhan yang manis, kepada setiap pasang mata yang membaca kisah ini. Aamiin.

Manisnya Ramadhan, tak semanis ganjaran surga bagi yang tulus menjalaninya. Insya Allah.

 “… adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?” (Q.S. asy-Syura: 44)

 

 

2 thoughts on “[Cerita + Renungan] Ramadhan Terakhir

  1. Allahumagfirlaha warhamha wa ‘afiha wa fu’anha
    Semoga almarhumah diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadah nya dan dijadikan kuburnya lapang-lapangan surgaNya Allah SWT.. aamiin ya rabbal’alamin

Terima kasih atas komentar antum. :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s