[Renungan] Ketulusan Keikhlasan Kita


                 يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا            

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu,

dan manusia dijadikan bersifat lemah. [Q.S. an-Nisaa’: 28]

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ikhlas. Ikhlas dan ikhlas.

Sebuah rasa yang sering sekali luput dari hati kita. Namanya hanya terdiri dari enam huruf. Namun maknanya panjang, dalam dan luas. Ilmunya berat. Cara mendapatkannya susah bukan kepalang. Ciri-ciri keberadaannya juga sangat halus dan susah dirasakan. Dan yang paling penting, ia adalah hal yang tidak mungkin dimiliki bagi hati-hati manusia yang terlalu mencintai dunia dan dirinya sendiri.

Ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya ibadah kita, di samping bahwa amalan itu harus sesuai dengan ajaran Islam dan Rasul Allah. Tanpa ikhlas, amalan kita hanya sia-sia. Tanpa ikhlas, amalan kita tidak mendatangkan pahala. Seperti makanan yang dimasak tanpa garam. Tidak ada rasa, tidak ada nikmat, dan tidak ada bekas. Continue reading

[Puisi dan Status] Naskah Juara Give Away I – KMDB


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillaah.

Dari sekitar 40 peserta Give Away Pertama Novel “Ku Melangkah dengan Bismillah…”, inilah naskah juara Puisi dan Status 🙂

Maasha Allah. Indah sekali tulisan mereka.. Semoga menjadi generasi novelis selanjutnya. Aamiin..

Pemilik Status Terbaik I – Riska Nur Sagita:

Hidayah bisa datang kapan saja dan melalui perantara siapa saja, termasuk melalui orang yang belum dikenal atau yang kita benci sekalipun.

“… dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al-Qashash: 56)

Haru-bahagianya ketika cahaya-Nya telah merasuk diri. Terasakan seolah-olah kitalah yang paling istimewa di sisi Allah. Betapa Allah masih, selalu, dan akan selalu sayang…

“Satu langkah kau datang kepada-Ku, seribu langkah Aku mendekatmu.”

Saat-saat seperti itu, menyadari itu, sambil berurai airmata biasanya hanya lirih kita mampu berucap, “Menuju-Mu ya Rabbiiy-ku, ku melangkah dengan bismillah.”

Continue reading

[Buku Safira] Ku Melangkah dengan Bismillah…


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Masha Allah!
Telah terbit!

Novel penulis kita, Safira Khansa,

dengan judul “Ku Melangkah dengan Bismillah..”

Buku ketiganya, novel pertamanya. Alhamdulillaah. 🙂



Bismillah.

“Subhanallah! Ini kisah yang manis. Penuh kejutan yang menggelitik. Recommended!”, begitu pendapat Mas Hengki Kumayandi, seorang penulis novel bestseller “Tell Your Father, I am Moslem”. *blushed*

Kak Mitha Juniar, penulis novel “Sebenarnya Tuhan Sangat Sayang”, juga berkomentar, “Saya suka novel yang menginspirasi seperti ini. Membuat kita sadar akan keberadaan-Nya. Meski berulang kali harus menyeka air mata. Hebat!” *touched*

 


Ku Melangkah dengan Bismillah...

Selalu ada cerita indah di balik kesendirian kita..

LALU… APA SIH KISAHNYA? ^____^ Continue reading

[Renungan] Cahaya Allah dan Semesta-Nya


يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah desires ease for you; He does not desire difficulty for you. [Q.S. al-Baqarah: 185]

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sebuah pesan emas yang harusnya menyelimuti iman: Allah never forgets you.


 

Kini, di dasar hati paling dasar, ana tengah merindukan empat sosok yang menempati posisi teratas di hati ana; almarhumah ibunda, ayah, ibu, dan saudari kembar ana. Plus sosok yang ana belum tahu siapa; jodoh tersayang ❤ ❤ ❤ hehe. Setiap kali ana bersedih dan merasa rendah diri, ingatan tentang mereka selalu setia menghiasi pikiran dan kerinduan. Dari kejauhan. Penuh kepiluan. Tanpa diketahui kelimanya.

Masha Allah. Baarakallahufiikum, yaa Ummi, Abi, wa Ukhti..

 

Ceritanya, beberapa bulan yang lalu, saat magang di BPS RI baru dimulai, ana mendapatkan informasi langsung dari atasan ana, di salah satu subdit di BPS RI (Jakarta Pusat), bahwa selesai magang nanti ana akan ditempatkan di subdit beliau. Karena kebetulan, alhamdulillaah, ana menempati kursi nomor 19 (angka favorit ana) di antara seluruh lulusan dari jurusan ana (Komputasi Statistik).

Antum mungkin tidak tahu, betapa senangnya ana hari itu, rasanya macam habis dilamar orang yang dikagumi! (Walaupun ana belum tahu rasanya gimana sih, hehe). Ana tidak bisa berhenti senyum. Apalagi kalau ingat nada riang dan bangga dari orang tua tersayang, saat mendengar berita gembira. Juga saat teringiang almarhumah ibunda yang pergi 16 tahun silam, semoga beliau pun turut bangga memiliki anak seperti ana (aamiin). Ditambah lagi, soulmate hadiah dari Allah (kembaran) yang selalu setia mendengarkan ana bicara dan bercerita.

Masha Allah, bahagianya.. Alhamdulillah.

[Buku Safira] Senyum Halal Untukmu Cinta


بِسْمِاللّهِالرَّحْمَنِالرَّحِيْمِ

السَّلاَمُعَلَيْكُمْوَرَحْمَةُاللهِوَبَرَكَاتُهُ

Ali untuk Fatimah. :)

Ali untuk Fatimah. 🙂

Alhamdulilaah, telah terbit!

Sebuah buku motivasi Islam dan ruhaniah, judulnya “Senyum Halal Untukmu, Cinta..”. Buku Duet Perdana Safira Khansa (Nofriani) dan Conan Gaul (Siectio Dicko Pratama). Mari beli dan baca, Insha Allah tidak menyesal membacanya. 🙂

Lalu, apa isinya? Banyak..

Mau tips ketika jatuh cinta? Ada.

Mau tips (tidak) punya pacar? Ada dong.

Mau tips ketika patah hati? Ada juga.

Mau tips melamar perempuan? Ada, ada!

Atau, mau tips memilih jodoh? Tenang, ada kok.. 😉

So? Tunggu apa lagi? Silahkan tinggalkan komentar atau hubungi ana langsung di Facebook, untuk mendapatkan buku perdana ana dan rekan ana. 🙂

Hmm.. Sebenarnya..

[Renungan] Setengah Jutanya Allah#Part2


Kalau belum baca: Part 1.

Langsung ana keluar menuju teras bank. Dengan sisa pulsa 37 ribu, ana menelepon nomor call center. Di seberang, Mas Operator cakap macam-macam, “Nomor ATM-nya berapa Bu Nofri?”, “Bisa diceritakan apa keluhannya, Bu Nofri?”, “Sebentar, Bu Nofri, kami alihkan ke petugas perbankan kami.”, “Sebentar, Bu Nofri, mohon tunggu satu menit,”, “Bu Nofri bisa bantu klarifikasi data-datanya? Nama? Tanggal lahir? Nama ibu kandung? Alamat? Nomor yang bisa dihubungi?” de el el. Tidak lupa pula dihiasi dengan kejujuran bahwa balance (saldo nasabah) belum tentu dapat di­-restored.

“Ibu Nofri, mohon tunggu satu menit, kami akan buatkan nomor pengaduannya.”

Ana menunggu.

“Ibu Nofri, terima kasih telah menunggu, kami … .”

Bip bip.

Telepon putus. Di saat genting pula. Ana coba telepon ulang. Dan benar, operator IM3 di berceramah “Sisa pulsa Anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini.”

OK, ana mulai kesal.

Hilang..

[Renungan] Setengah Jutanya Allah#Part1


“Hidup dan makan dengan hasil keringat sendiri itu rasanya..

Tak tergambar. Tak terukur. Namun akan mengakar, akan mengukir..

beHappy();” [Safira, 2013]

 

Itu adalah sebuah status yang ana tulis di Facebook, 3 Desember 2013 lalu. Saat itu, ana baru saja menikmati gaji pertama ana sebagai tutor privat. Yah, memang tidak seberapa dibandingkan jika kelak, Insha Allah, ana menjadi PNS di BPS (ceritanya ana mengisi waktu sampai waktu magang tiba). Tapi ana bahagia dan bangga, karena sudah bisa hidup di atas kaki sendiri, tidak lagi di bawah TID (Tunjangan Ikatan Dinas) BPS, tidak lagi di bawah bantuan orang tua dan kakak perempuan ana.

Do your best to not relying to others, to stand on your own feet.

Do your best to not relying to others, to stand on your own feet.

Ngomong-ngomong, siswa-siswa yang ana ajar rata-rata berasal dari keluarga berada. Mereka tinggal di Kemang Apartement, Perumahan Ancol, Sunter, Depok, Tebet Barat Dalam, Tebet Utara, Duren Tiga, dan Penas Kalimalang. Jadwal mengajar ana juga hampir tiap hari, Sabtu-Minggu saja kadang masih ngajar.

Akibatnya, masalah yang biasa hinggap di perempuan itu terjadi juga pada ana; merasa kurang pakaian. Hehe. Ana kadang malu sih, sama siswa-siswa ana, jika tiap hari pakaian ana yang itu-itu saja. Maklum, selama kuliah di STIS, ana tidak perlu punya banyak baju karena kami kuliah dengan seragam (tidak seperti mahasiswa lain di PTN dan PTS).

“Verify Allah does not look to your faces and your wealth

but He looks to your heart and to your deeds.”

[Sahih Muslim]

Hilang