[English] Kata-kata yang Terlihat Jamak tapi Tunggal


Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu’alaykum.wrh.wbr.

Holla.. Teman-teman pembaca yang baik hati. ^^ Aku mau kasih cerita dikit, nih. Aku dulu suka bingung, apakah suatu kata ada s-nya atau tidak diakhirnya. Soalnya aku kira kalau ada huruf s diakhirnya suatu kata pasti merupakan bentuk jamak. Akhirnya aku menjelajah Oxford dan tempat lainnya hingga dapatlah beberapa kata yang kelihatannya jamak (plural), tapi merupakan kata tunggal (singular).

PS : Aku ga tau kenapa upload foto Om-ku.. Hehe

Ini beberapa yang aku tahu (dan cari-cari) :

Mathematics

“Mathematics” adalah nama dari ilmu hitung. Jadi kalau kita tulis “mathematic” itu keliru, friends. ;). Bentuk informalnya di UK (Inggris British) adalah “maths”, di US (Inggris Amerika) adalah “math”.

Statistics

“Statistics” (pake s, noun) itu adalah ilmu tentang data. Kalau “statistic” (ga pake s, noun juga) itu adalah data-nya. Jadi bisa dibilang “statistics” itu adalah media kita mempelajari pengolahan “statistic”. Continue reading

[English] Kekeliruan dalam Berbahasa Inggris#Part6


Bismillaahirrahmanirrahiim.

Assalaamu’alaykum.wrh.wbr.

Haai. Pembaca budiman. Ga bosan kan, baca tulisanku? *tuing..tuing.. hehe. Aku mau kasih materi lagi nih, kekeliruan dalam berbahasa Inggris lagi. ^^ Ini edisi keenam. (Cint* F*tri dah season berapa yah? 😛 saingan ceritanya, hehe.) Di sini teman-teman bisa pilih edisi sebelumnya : pertama, kedua, ketiga, keempat, dan kelima. Itung-itung buat nambah pengetahuan lagi. 😉

Okay deh monggo disimak mas-mas, mbak-mbak sekalian. d^^b

AFRAID BUKAN AFFRAID Continue reading

[English] Kekeliruan Dalam Berbahasa Inggris#Part5


Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu’alaykum.wrh.wbr.

Huih, dah lama banget rasanya ga nulis kekeliruan dalam bahasa Inggris lagi. ^^ Sekarang aku coba buka lagi, deh. Kebetulan baru dapat ide. Oh ya bagi yang belum tahu, ini adalah multi-logi alias artikel bersambungku tentang kekeliruan dalam berbahasa Inggris. Aku sudah menuliskan bagian pertama, kedua, ketiga, keempat, dan ini yang kelima. 🙂 Kalau-kalau mau baca. Hehe.

Sok atuh monggo let’s observe together! d^^b

ANGEL BUKAN ANGLE

Sebenarnya yang ini aku bingung, mau dimasukin ke sini atau membedakan penggunaan kata. Tapi karena lagi mau nulis kekeliruan, jadi aku tulis di sini aja. 😛 Orang-orang kadang bingung membedakan kedua kata ini, bahkan ada yang menganggapnya sama (seperti center sama dengan centre), tapi sebenarnya beda betul, loh, artinya.

  • Kalau “angel” itu artinya “bidadari, malaikat, dan sejenisnya (orang yang kita anggap berharga atau berjasa)”.
  • Sedangkan “angle” artinya “sudut pandang, segi, sisi dan sejenisnya”.

Jadi bagi yang ingin memuji istri atau suami, “Kaulah bidadari yang kucari-cari” (hueks :p), jangan pake “you’re the angle I’ve been looking for”, karena kalau pake itu artinya lucu “Kaulah sudut yang kucari-cari” ❓ Kalau orang yang dipuji menerima sms kayak gitu, dan kebetulan ngerti bahasa Inggris, bisa-bisa tersinggung. Apalagi kalau lagi sensi, bisa jadi marah orangnya. ^^v

Perbedaan keduanya juga sangat jelas saat kita mengucapkannya.

  • Kalau “malaikat”=”angel” kita  bacanya /‘eInd3l/
  • Kalau “sudut”=”angle” kita bacanya Continue reading

[English] Kekeliruan dalam Berbahasa Inggris#Part4


Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu’laykum.wrh.wbr.

Aku dulu bilang di bagian ketiga kalau ga bakal ada lagi kekeliruan dalam berbahasa Inggris. Tapi ternyata, beberapa hari ini aku menemukan kekeliruan lainnya. Hehe. Jadi tak tulis lagi nih di sini. Monggo, disimak. d^^b

Sweet Dreams, Bukan Sweet Dream

Ini nih, kalau sama orang yang disayang, kan biasanya, “sweet dream, dek”. Sebenarnya sih benar alias ga salah, kalau sasarannya pas. Menyampaikan ungkapan “Mimpi indah, yaa” itu tidak  begitu. Begini perbedaannya: Continue reading

[English] Kekeliruan Dalam Berbahasa Inggris#Part3


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Assalaamu’alaykum..wrh.wbr.

Well, udah lama sekali rasanya ga menyapa, sampai ada yang protes padaku bahwa aku ga update. Hehe. Very well, aku ga akan membela diri ~bahwa aku baru udah UAS dan masih ada susulan~, suatu masalahku bahwa aku selalu harus menunggu mood dan ide datang, hehe. :mrgreen: *curhat dikit siapa tau ada yang bisa kasih saran, 😛

Kali ini seperti yang sudah kamu tebak, mirip dengan materi Kekeliruan dalam Berbahasa Inggris bagian pertama dan kedua, cuma agak berat jelasinnya, aku mengajak pembaca membahas kekeliruan lainnya. Mungkin ini yang terakhir untuk kekeliruan umum. Susah bikinnya dan takut-takut salah ^^’. Tapi sebelum kita lanjut, aku ingin menjawab pertanyaan yang mungkin juga muncul di benak teman-teman sekalian.

Uhm, kenapa sih isinya hanya “kritikan” dan “koreksian”? Nah, loh, pertama kali mendengarnya aku juga bingung, hehe. Tapi setelah aku pikir, dari kekeliruanlah orang akan lebih ingat, lebih ngena gitu. Kalau aku sih sekali disalahkan biasanya lebih ingat dan hati-hati. Lagi pula, selain aku belum menemukan cara bagaimana menyampaikan materi segunung itu, aku juga belum menemukan cara gimana bikin bahasa Inggris asyik. Jadi aku bikin yang sederhana saja, hehe.

Okay langsung saja nih, aku mencari ide dengan berpikir keras, dan nyari2 status orang, papan jalan, banyak deh, hehe.. 😆 mari kita simak ^^b

Kekeliruan dalam Berbahasa Inggris (Bagian Ketiga)

I agree so much, bukan I’m very agree

Dulu waktu SMA aku suka nonton latihan debating, aku dengar kakak-kakak yang lagi latihan mengatakan “I’m agree”, “I very very very disagree”. Awalnya aku tidak merasa aneh sih, tapi kemudian aku dengar guruku mengatakan “Wah, bukan begitu. Yang benar I agree so much. Ingat-ingat aja I love you so much. Ga ada I very love you, kan?”

Oh, iya juga ya, kupikir. Berarti di zaman itu aku sudah keliru selama kurang lebih 5 tahun  belajar bahasa Inggris. ^^’ Saat itu aku cuma menurut aja, tapi kemudian aku menyadarinya. Dalam bahasa Inggris, cara mengungkapkan “kesangatan” atau “keseungguhan” akan apa yang dilakukan untuk verb (kata kerja) dan jenis kata lainnya (kata sifat) itu berbeda. Continue reading

[English] Kekeliruan dalam Berbahasa Inggris#Part2


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Assalaamu’alaykum..wrh..wbr..

Pembaca budimanku, kali ini akan kita bicarakan kekeliruan lainnya dalam berbahasa inggris. Tulisan kali ini lanjutan dari tulisan sebelumnya. 😀

Kali ini aku mendapatkan pencerahan materi ga cuma dari status atau message orang. Tapi juga tulisan-tulisan lain di jalan, di blog , atau di mana pun. Tapi sedikit curhat juga kali ini agak kesulitan ide untuk mencari “kesalahan umum” itu. Yang ga bikin susah diterima gitu, friends. Nah, kalau begitu, yuk langsung saja kita simak. ^^

eg Bukan ex

Ini sebenarnya termasuk kekeliruan yang jarang orang sadari. Termasuk aku baru menyadarinya juga. Dulu aku suka menyingkat tulisan “for example” jadi “ex”. Aku tau dari dulu sih arti “ex” itu adalah
mantan atau bekas
atau pengecualian. Tapi aku baru tau kalau menulis “ex” itu keliru. Yang benar adalah “eg”, bisa juga dinyatakan dengan i.e. Aku liat di kamus oxford. 😎

Misalnya begini:

The report is incomplete, for example it doesn’t include sales in Japan.

Menjadi:

The report is incomplete, i.e it doesn’t include sales in Japan.

Powerful bukan Powerfull Continue reading

[English] Kekeliruan Dalam Berbahasa Inggris#Part1


Bismillahirrahmaanirrahiiim..

Pembaca yang budiman, aku mau cerita dikit, aku sering melihat orang bikin status bahasa inggris, atau menyinggahkan comment pake bahasa inggris, tp (sebelumnya maaf), bahasa inggrisnya keliru untuk hal-hal yang sering digunakan. Aku kadang ingin mengoreksi langsung, tp aku pikir cara itu bukanlah seni yang baik dalam mengkritik, jadi menurutku aku tulis di sini lebih bermanfaat.. 😀 ini aku kasih beberapa bekal biar bahasa inggris kita ga cuma lancar, tp juga benar.. :D. Sepele memang, tp baik sekali untuk bahasa kita sehari-hari.. v^^v Berikut ini adalah beberapa koreksi yang terlintas di kepalaku –menurut pengetahuanku— atas kekeliruan-kekeliruan umum dalam berbahasa inggris:

Don’t be Sad, Bukan Don’t Sad

Dalam dunia facebook, sering banget orang bikin status sedih-sedih.. (yang lagi sedih, baca artikelku Menghapus Kesedihan, hehe). Komentar yang bermunculan tidak jauh dari “jangan sedih yaa..“ Kekeliruan yang sering orang lakukan adalah menyatakan “jangan bersedih” dengan “don’t sad”. Setahuku kalimat seperti itu tidak benar, bud.. yang benar adalah “don’t be sad”. Walaupun bahasa Indonesianya bersedih itu kata kerja, tp bahasa inggrisnya nggak, sad termasuk kata sifat (adjective). Seperti yang kita tahu bahwa kita harus selalu menggunakan “be” untuk kalimat perintah yang mengandung kata sifat. Begitu juga misalnya dengan kata-kata happy, jealous, dll.. Lain halnya dengan sadness, jealousy, happiness dll.. Mereka merupakan kata benda. Jadi kalimatnya bisa:”Don’t keep the sadness”=”Jangan menyimpan kesedihan”. *semoga paham ya, teman.. hehe..

I Forgot, bukan I’m Forget Continue reading