[Renungan + Cerita] Bapak Tukang Sol, Gigi Gingsul, dan Kesendirian Perjuangan#Part2


Kalau belum baca; Part 1.

Thayyib, sekarang kita masuk ke cerita kedua.

Awal bulan lalu, kira-kira pada 7 Mei, ana kembali mengeluhkan gigi drakula yang ana miliki. Gigi yang memiliki dua taring lancip di bagian atas, kiri-dan-kanan. Dua gigi seri atasnya berbentuk nyaris bundar, mirip dua biji jagung pucat yang ditempelkan.

Gigi taring dan seri bagian bawah membentuk “labirin”. Ibaratnya, jika seekor bakteri bertamasya di rongga mulut ana, mungkin ia tidak mampu mencari jalan keluar. Karena gigi ana; berantakan. Ana bahkan harus memiliki sikat gigi yang berambut halus dan fleksibel, agar mampu menjangkau dan membersihkan semua bagian “tersembunyi” di gigi ana. Antum yang memiliki struktur gigi serupa, tentu tahu apa yang ana maksud. 🙂

Ceritanya, dulu ketika kecil, orang tua ana mungkin menganggap ana sudah cukup besar untuk mencabut gigi sendiri. Sehingga