[Renungan] Antara Milikku dan Karunia Rabb-ku


بسم الله الرحمن الرحيم

Ada pelajaran yang sangat bagus yang patut kita renungkan bersama, di dalam Al-Qur’an terdapat gambaran tentang dua sifat yang saling berlawanan antara orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang kufur akan nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,

وليحذر كُلَّ الحذر من طغيان “أنا”، و”لى”، و”عندى”، فإن هذه الألفاظَ الثلاثةَ ابتُلى بها إبليسُ، وفرعون، وقارون

“Berhati-hatilah dengan berlebihan dalam perkataan, “Aku”, “Milikku”, “Aku Punya”. Sungguh, telah diuji Iblis, Fir’aun, dan Qarun dengan kata ini.”[1]

Apa maksud dari perkataan beliau ini? Padahal sih kelihatan sepele, tapi sebenarnya Iblis, Fir’aun, dan Qarun telah diuji dengan tiga kata ini dan mereka semua gagal. Ujian seperti apa? Dan konsekuensi apa ketika mereka gagal? Mari kita simak bersama-sama.

Pertama, kita akan