[Flash Fictions] Naskah Juara Give Away I – KMDB


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillaah.

Dari sekitar 40 peserta Give Away Pertama Novel “Ku Melangkah dengan Bismillah…”, inilah naskah juara Puisi dan Status 🙂

Maasha Allah. Indah sekali tulisan mereka.. Semoga menjadi generasi novelis selanjutnya. Aamiin..

Pemilik Flash Fiction Terbaik I – Nova Munira:

Sejuta Cahaya di Balik Ayat-Ayat Cinta-Mu

Bismillahirrahmanirrahim..”

Wal ’ashri. Innal insaanalafil hushri. Illalladhina amanu wa ’amilushaalihaati. Wa tawaa shaubilhaq. Wa tawaa shaubilshabr.

 Tubuhku langsung bergetar, jantungku ikut berdebar, nafasku tertahan sebentar seperti berjumpa dengan huruf saktah dalam Al-qur’an, aku terbungkam tanpa suara ketika menyaksikan bintang kecil di hadapanku melantunkan hafalan ayat-ayat suci Al-qur’an. Bulir-bulir kristal bercucuran di pipiku, seakan ikut menyaksikan apa yang sedang aku saksikan.

“Aku malu!!!” batinku mendesah. Continue reading

[Puisi dan Status] Naskah Juara Give Away I – KMDB


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Alhamdulillaah.

Dari sekitar 40 peserta Give Away Pertama Novel “Ku Melangkah dengan Bismillah…”, inilah naskah juara Puisi dan Status 🙂

Maasha Allah. Indah sekali tulisan mereka.. Semoga menjadi generasi novelis selanjutnya. Aamiin..

Pemilik Status Terbaik I – Riska Nur Sagita:

Hidayah bisa datang kapan saja dan melalui perantara siapa saja, termasuk melalui orang yang belum dikenal atau yang kita benci sekalipun.

“… dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al-Qashash: 56)

Haru-bahagianya ketika cahaya-Nya telah merasuk diri. Terasakan seolah-olah kitalah yang paling istimewa di sisi Allah. Betapa Allah masih, selalu, dan akan selalu sayang…

“Satu langkah kau datang kepada-Ku, seribu langkah Aku mendekatmu.”

Saat-saat seperti itu, menyadari itu, sambil berurai airmata biasanya hanya lirih kita mampu berucap, “Menuju-Mu ya Rabbiiy-ku, ku melangkah dengan bismillah.”

Continue reading

[Cerita + Renungan] Mengapa Memilih Menulis?


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

WARNING: Tulisan ini mungkin kurang berbobot dibandingkan tulisan-tulisan ana lainnya, ‘afwan.

Okay, let’s get to the point.

Jadi, Kamis, 28 Agustus lalu, ada pesan masuk ke Facebook ana, yang basically menuntut ana untuk berhenti menulis buku (novel), menyebarkannya, mempromosikan, dan seterusnya.. Dan seterusnya.. Berikut cuplikan dari pesan—panjang lebar—seorang ikhwan yang sama sekali tidak ana kenal:

Don't get too affected by negative comments, Ukhtiy..

Don’t get too affected by negative comments, Ukhtiy..

Continue reading

[Buku Safira] Ku Melangkah dengan Bismillah…


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Masha Allah!
Telah terbit!

Novel penulis kita, Safira Khansa,

dengan judul “Ku Melangkah dengan Bismillah..”

Buku ketiganya, novel pertamanya. Alhamdulillaah. 🙂



Bismillah.

“Subhanallah! Ini kisah yang manis. Penuh kejutan yang menggelitik. Recommended!”, begitu pendapat Mas Hengki Kumayandi, seorang penulis novel bestseller “Tell Your Father, I am Moslem”. *blushed*

Kak Mitha Juniar, penulis novel “Sebenarnya Tuhan Sangat Sayang”, juga berkomentar, “Saya suka novel yang menginspirasi seperti ini. Membuat kita sadar akan keberadaan-Nya. Meski berulang kali harus menyeka air mata. Hebat!” *touched*

 


Ku Melangkah dengan Bismillah...

Selalu ada cerita indah di balik kesendirian kita..

LALU… APA SIH KISAHNYA? ^____^ Continue reading

[Renungan] Cahaya Allah dan Semesta-Nya


يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah desires ease for you; He does not desire difficulty for you. [Q.S. al-Baqarah: 185]

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sebuah pesan emas yang harusnya menyelimuti iman: Allah never forgets you.


 

Kini, di dasar hati paling dasar, ana tengah merindukan empat sosok yang menempati posisi teratas di hati ana; almarhumah ibunda, ayah, ibu, dan saudari kembar ana. Plus sosok yang ana belum tahu siapa; jodoh tersayang ❤ ❤ ❤ hehe. Setiap kali ana bersedih dan merasa rendah diri, ingatan tentang mereka selalu setia menghiasi pikiran dan kerinduan. Dari kejauhan. Penuh kepiluan. Tanpa diketahui kelimanya.

Masha Allah. Baarakallahufiikum, yaa Ummi, Abi, wa Ukhti..

 

Ceritanya, beberapa bulan yang lalu, saat magang di BPS RI baru dimulai, ana mendapatkan informasi langsung dari atasan ana, di salah satu subdit di BPS RI (Jakarta Pusat), bahwa selesai magang nanti ana akan ditempatkan di subdit beliau. Karena kebetulan, alhamdulillaah, ana menempati kursi nomor 19 (angka favorit ana) di antara seluruh lulusan dari jurusan ana (Komputasi Statistik).

Antum mungkin tidak tahu, betapa senangnya ana hari itu, rasanya macam habis dilamar orang yang dikagumi! (Walaupun ana belum tahu rasanya gimana sih, hehe). Ana tidak bisa berhenti senyum. Apalagi kalau ingat nada riang dan bangga dari orang tua tersayang, saat mendengar berita gembira. Juga saat teringiang almarhumah ibunda yang pergi 16 tahun silam, semoga beliau pun turut bangga memiliki anak seperti ana (aamiin). Ditambah lagi, soulmate hadiah dari Allah (kembaran) yang selalu setia mendengarkan ana bicara dan bercerita.

Masha Allah, bahagianya.. Alhamdulillah.

[Cerita] Masa SD Safira Khansa


Bismillaahirrohmaanirrohiim

Assalaamu’alaykum warohmatullooh wabarokaatuhu.

‘afwan, Saudaraku, baru bisa nongol lagi. Belakangan sibuk, aku sudah tingkat III. Plus keadaan fisikku, membuatku harus memilih istirahat kalau ada waktu luang. Tapi alhamdulillaah, aku dikasih PR sama mbak Mila. Langsung saja, inilah potongan kisah kehidupan SD-ku. Mohon maaf bila tidak ada yang bertanya tapi harus membacanya. ^^’ Mana ceritanya tidak menarik, hhe. Yuk, check these out.

Flashback About My Childhood

Ketika rasanya terlalu berat, maka ALLAH dan saudara adalah pilihan untuk bersandar

Hm, aku kelahiran 19-11-91. Seingatku aku masuk SD Juli 1997 (jadi belum genap 6 tahun). Dulu aku masuk SD Negeri 13 Tempel Rejo, Curup, Bengkulu. Di sanalah pertama kalinya aku ditabrak motor, kelas 4. Aku baru pulang dari acara Isra’ Miraj, Oktober 2001, dari arah kiri saat ingin menyebrang, aku ditabrak. Karena aku pegangan tangan dengan kembarku, ia ikut terseret bersamaku.

Kepalaku tergilas jari-jari motor, kami terseret beberapa meter, lalu aku terpelanting ke pintu sebuah masjid, sedang kakak kembarku di halamannya. Yang menabrak alhamdulillaah bertanggung jawab. Aku dibawa ke rumah sakit. Dioperasi dan seterusnya. Lah, aku malah ingat itu. Hhe.

Akhirnya naik kelas 5 aku dan kakak dipindahkan ke SD 43 Air Putih Lama, Curup. Di sanalah lingkungan baru kujumpai. Teman-teman baru dan guru-guru baru. Langkah awalku menjelajahi dunia pendidikan, terutama matematika dan bahasa Inggris. Continue reading

Ketika Kutunggang Impian


Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Assalaamu’alaykum warohmatulloh wabarokaatuhu.

“Nothing changes if you don’t start making a change.”

Ya. Sebuah kalimat yang kuramu dari kalam ALLAH Yang Maha Benar dan Maha Mengetahui, Maha Menguasai Hati, “…Sesungguhnya ALLAH tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga kaum itu mengubah apa yang ada dalam diri mereka sendiri…” (QS. Ar Ra’d : 11)

Saudaraku, pernahkah kita merasa dikasari, dibohongi, dijahati, orang-orang seperti tak suka kita senang? Merasa kita sial amat sementara tidak ada yang peduli dengan kita? Sepi, sendiri, dan menyendiri sambil gigit jari di sudut lemari? Merasa semua sudah hilang dan pergi? Dan tak ada satu orang pun mengulurkan jemarinya?

Pernahkah kita merasa terus gagal, tidak pernah bisa meraih walau hanya setitik senyum keberhasilan? Seakan-akan tak ada satupun alasan bagi kita untuk bersyukur? Kitalah satu-satunya makhluk yang tidak pernah merasakan buah dari pohon sabar dan ikhtiar? Kita pula lah satu-satunya makhluk yang terus mengucurkan air mata kegagalan?

Aku pernah. Lama sekali, sejak kuliah di Jakarta, aku merasakan semua yang kutanyakan. 😉 Seorang Nofriani, pernah merasakan itu. Mau Tahu Kenapa?