[Renungan] Ketulusan Keikhlasan Kita


                 يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا            

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu,

dan manusia dijadikan bersifat lemah. [Q.S. an-Nisaa’: 28]

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ikhlas. Ikhlas dan ikhlas.

Sebuah rasa yang sering sekali luput dari hati kita. Namanya hanya terdiri dari enam huruf. Namun maknanya panjang, dalam dan luas. Ilmunya berat. Cara mendapatkannya susah bukan kepalang. Ciri-ciri keberadaannya juga sangat halus dan susah dirasakan. Dan yang paling penting, ia adalah hal yang tidak mungkin dimiliki bagi hati-hati manusia yang terlalu mencintai dunia dan dirinya sendiri.

Ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya ibadah kita, di samping bahwa amalan itu harus sesuai dengan ajaran Islam dan Rasul Allah. Tanpa ikhlas, amalan kita hanya sia-sia. Tanpa ikhlas, amalan kita tidak mendatangkan pahala. Seperti makanan yang dimasak tanpa garam. Tidak ada rasa, tidak ada nikmat, dan tidak ada bekas. Continue reading

[Cerita + Renungan] Mengapa Memilih Menulis?


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

WARNING: Tulisan ini mungkin kurang berbobot dibandingkan tulisan-tulisan ana lainnya, ‘afwan.

Okay, let’s get to the point.

Jadi, Kamis, 28 Agustus lalu, ada pesan masuk ke Facebook ana, yang basically menuntut ana untuk berhenti menulis buku (novel), menyebarkannya, mempromosikan, dan seterusnya.. Dan seterusnya.. Berikut cuplikan dari pesan—panjang lebar—seorang ikhwan yang sama sekali tidak ana kenal:

Don't get too affected by negative comments, Ukhtiy..

Don’t get too affected by negative comments, Ukhtiy..

Continue reading

[Buku Safira] Ku Melangkah dengan Bismillah…


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Masha Allah!
Telah terbit!

Novel penulis kita, Safira Khansa,

dengan judul “Ku Melangkah dengan Bismillah..”

Buku ketiganya, novel pertamanya. Alhamdulillaah. 🙂



Bismillah.

“Subhanallah! Ini kisah yang manis. Penuh kejutan yang menggelitik. Recommended!”, begitu pendapat Mas Hengki Kumayandi, seorang penulis novel bestseller “Tell Your Father, I am Moslem”. *blushed*

Kak Mitha Juniar, penulis novel “Sebenarnya Tuhan Sangat Sayang”, juga berkomentar, “Saya suka novel yang menginspirasi seperti ini. Membuat kita sadar akan keberadaan-Nya. Meski berulang kali harus menyeka air mata. Hebat!” *touched*

 


Ku Melangkah dengan Bismillah...

Selalu ada cerita indah di balik kesendirian kita..

LALU… APA SIH KISAHNYA? ^____^ Continue reading

[Renungan] Cahaya Allah dan Semesta-Nya


يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah desires ease for you; He does not desire difficulty for you. [Q.S. al-Baqarah: 185]

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sebuah pesan emas yang harusnya menyelimuti iman: Allah never forgets you.


 

Kini, di dasar hati paling dasar, ana tengah merindukan empat sosok yang menempati posisi teratas di hati ana; almarhumah ibunda, ayah, ibu, dan saudari kembar ana. Plus sosok yang ana belum tahu siapa; jodoh tersayang ❤ ❤ ❤ hehe. Setiap kali ana bersedih dan merasa rendah diri, ingatan tentang mereka selalu setia menghiasi pikiran dan kerinduan. Dari kejauhan. Penuh kepiluan. Tanpa diketahui kelimanya.

Masha Allah. Baarakallahufiikum, yaa Ummi, Abi, wa Ukhti..

 

Ceritanya, beberapa bulan yang lalu, saat magang di BPS RI baru dimulai, ana mendapatkan informasi langsung dari atasan ana, di salah satu subdit di BPS RI (Jakarta Pusat), bahwa selesai magang nanti ana akan ditempatkan di subdit beliau. Karena kebetulan, alhamdulillaah, ana menempati kursi nomor 19 (angka favorit ana) di antara seluruh lulusan dari jurusan ana (Komputasi Statistik).

Antum mungkin tidak tahu, betapa senangnya ana hari itu, rasanya macam habis dilamar orang yang dikagumi! (Walaupun ana belum tahu rasanya gimana sih, hehe). Ana tidak bisa berhenti senyum. Apalagi kalau ingat nada riang dan bangga dari orang tua tersayang, saat mendengar berita gembira. Juga saat teringiang almarhumah ibunda yang pergi 16 tahun silam, semoga beliau pun turut bangga memiliki anak seperti ana (aamiin). Ditambah lagi, soulmate hadiah dari Allah (kembaran) yang selalu setia mendengarkan ana bicara dan bercerita.

Masha Allah, bahagianya.. Alhamdulillah.

[Buku Safira] Senyum Halal Untukmu Cinta


بِسْمِاللّهِالرَّحْمَنِالرَّحِيْمِ

السَّلاَمُعَلَيْكُمْوَرَحْمَةُاللهِوَبَرَكَاتُهُ

Ali untuk Fatimah. :)

Ali untuk Fatimah. 🙂

Alhamdulilaah, telah terbit!

Sebuah buku motivasi Islam dan ruhaniah, judulnya “Senyum Halal Untukmu, Cinta..”. Buku Duet Perdana Safira Khansa (Nofriani) dan Conan Gaul (Siectio Dicko Pratama). Mari beli dan baca, Insha Allah tidak menyesal membacanya. 🙂

Lalu, apa isinya? Banyak..

Mau tips ketika jatuh cinta? Ada.

Mau tips (tidak) punya pacar? Ada dong.

Mau tips ketika patah hati? Ada juga.

Mau tips melamar perempuan? Ada, ada!

Atau, mau tips memilih jodoh? Tenang, ada kok.. 😉

So? Tunggu apa lagi? Silahkan tinggalkan komentar atau hubungi ana langsung di Facebook, untuk mendapatkan buku perdana ana dan rekan ana. 🙂

Hmm.. Sebenarnya..

[Renungan] Keniscayaan Kesedihan Kita


                قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ      

“Katakanlah, ‘Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu

atau kamu melahirkannya,

pasti Allah mengetahui’.” [Q.S. Ali Imran: 29]

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Barusan, ana melihat-lihat arsip tulisan-tulisan ana di blog kesayangan. Sejarahnya, Juli 2010, ana memulai perjalanan ana merajut kata, hingga akhirnya writing has been a place I can escape to. Dan sejak Oktober 2010, ana menjalaninya dengan peluh dan perjuangan beristikamah. Ada banyak cerita yang telah ana toreh, mulai dari kisah sedih, mempertahankan hijab, ana yang kehilangan uang, ana jatuh dari kopaja, ana menanti jodoh, vertigo, dan seterusnya. Dan seterusnya.

Jika ana telaah lagi; sepertinya, banyaaak sekali tulisan ana yang membahas soal jodoh dan kesedihan. Entah itu kesabaran dalam penantian, jika kita jatuh cinta, kekotoran hati, merasa tidak cantik, susahnya memaafkan, maupun hati yang angkuh melampaui derajat kuasa manusia.

Dan sepertinya pula, diri ana pribadi, tidak bisa lepas dari yang namanya sedih, rapuh, lelah, futur, jenuh, tangis, entah apalah namanya. Entah, apa mungkin ana gagal menata hati, walau sudah empat tahun ana merajut kata-kata motivasi berlandaskan dakwah. Tapi..

[Renungan + Cerita] Bapak Tukang Sol, Gigi Gingsul, dan Kesendirian Perjuangan#Part3


Kalau belum baca; Part 1 dan Part 2.

Namun..

Alhamdulillaah, atas usaha sendiri, 24 Mei lalu, fungsi dasar aplikasi ana berhasil bekerja.

Alhamdulillaah..

Alhamdulillaah..

Tiga bulan penuh, ana terjatuh dan bangun. Tiga bulan pula ana tersandung dan bangkit. Tiga bulan, rasa putus asa mencoba menyerang dan menembus pertahanan semangat ana. Dan sekali lagi, cahaya ALLAH tidak pernah redup. ALLAH kita selalu menghadiahi kemudahan bagi hamba yang berusaha dan menggantungkan diri pada-Nya. Alhamdulillaah.. Alhamdulillaah..

“ALLAH menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Kepunyaan-Nya-lah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat ALLAH, mereka itulah orang-orang yang merugi.” (Q.S. az-Zumar: 62-63)

Masya ALLAH.. Continue reading