[Renungan] Ketulusan Keikhlasan Kita


                 يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُخَفِّفَ عَنْكُمْ ۚ وَخُلِقَ الْإِنْسَانُ ضَعِيفًا            

“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu,

dan manusia dijadikan bersifat lemah. [Q.S. an-Nisaa’: 28]

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ikhlas. Ikhlas dan ikhlas.

Sebuah rasa yang sering sekali luput dari hati kita. Namanya hanya terdiri dari enam huruf. Namun maknanya panjang, dalam dan luas. Ilmunya berat. Cara mendapatkannya susah bukan kepalang. Ciri-ciri keberadaannya juga sangat halus dan susah dirasakan. Dan yang paling penting, ia adalah hal yang tidak mungkin dimiliki bagi hati-hati manusia yang terlalu mencintai dunia dan dirinya sendiri.

Ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya ibadah kita, di samping bahwa amalan itu harus sesuai dengan ajaran Islam dan Rasul Allah. Tanpa ikhlas, amalan kita hanya sia-sia. Tanpa ikhlas, amalan kita tidak mendatangkan pahala. Seperti makanan yang dimasak tanpa garam. Tidak ada rasa, tidak ada nikmat, dan tidak ada bekas. Continue reading