[Puisi] Duhai Baginda, Kekasih Sejati-Nya


Bulir-bulir kata yang kau lirih tatihkan

Ketika kau beranjak pergi, menutup waktumu

Menandakan betapa kau, hai Tauladan Umat

Merisaukan kami, kami yang mati tanpamu

Peluh-peluh kata yang kau ucap sukmakan

Saat sang Izrail merajut juang menjemputmu

Menandakan betapa kau, hai Penerang Sukma

Mencintai kaummu, menyayangi kaummu Continue reading