[Semangat] Kisah Ummu Mihjan


By: Salah satu penulis redaksi UKHTI STIS yang bernama Nofriani

Sobat… jangan kita menganggap remeh suatu kebaikan walaupun sedikit. Ingatlah, kita diseru untuk memainkan peran mengerahkan segenap kemampuan dan memberikan pengorbanan untuk membangun sebuah bangunan Islam yang agung. Jangan pernah pula kita berkecil hati dan merasa bahwa kita adalah orang yang lemah dan tak sanggup memberikan konstribusi apa pun dalam berjuang menjaga tiang agama. Jangan kita terhanyut dalam bisikan setan supaya kita merasa sendiri dan rendah diri. ^^b kita semua keren, trust me.. ^^’ Continue reading

[Islam] Kisah tentang Abdurrahman Bin Auf


Bismillahirrahmaanirrahiim..

Abdurrahman Bin Auf..

islamIa adalah seorang dari sahabat nabi yang terkenal. Dilahirkan pada tahun 44 sebelum Hijriah. Ia merupakan salah seorang dari delapan orang pertama (As Sabiqun Al Awwalun) yang menerima Islam, yaitu dua hari setelah Abu Bakar as Shiddiq, beliau masuk Islam atas bimbingan Abu Bakar. Sama halnya dengan kelompok kaum muslimin yang pertama-tama masuk Islam, Abdurrahman bin Auf tidak luput dari penyiksaan dan tekanan dari kaum kafir Quraisy, tetapi dia sabar dan tetap sabar. Disebutkan bahwa beliau termasuk 10 orang yang dijanjikan masuk surga. Nama lengkapnya adalah Abdurrahman bin Auf bin Abdul Auf bin Abdul Harits. Biasa dipanggil Abu Muhammad. Pada masa jahiliyah bernama Abdul Ka’bah. Kemudian Rasulullah mengantinya dengan Abdurrahman.

Selama hidupnya, beliau ikut dalam semua peperangan, termasuk perang Badr. Beliau dikenal banyak berderma dan peduli terhadap orang-orang miskin, orang jompo. Bahkan sebelum wafatnya, beliau pernah berwasiat kepada ahli warisnya untuk memberikan hadiah empat ratus dirham bagi yg ikut perang Badr. Diantara orang yang mengambil hadiah itu adalah Utsman bin ‘Affan, meskipun dirinya sudah kaya. Pada waktu mengambil hadiah itu Utsman berkata bahwa harta itu adalah halal untuk dimakan dan keberkahan di dalamnya. Begitu juga beliau berwasiat sebelum wafatnya untuk mendermakan seribu kuda perang dan lima puluh ribu dinar untuk kepentingan syiar Islam. Continue reading