[Renungan] Ketika Engkau Merasa Sendiri#Part2


Kalau belum baca: Part 1.

Namun, against all odds..

Di tengah perjalanan,

Ana tercengang, tertegun. Kaget dan menatap!

Mata ana terpaku ada seorang bapak yang salah satu kakinya tidak sempurna. Tumit kakinya bertempat di sisi depan kakinya; bukan di ujung belakang kaki. Tulang telapak kakinya berdiri tegak; bukan mendatar seperti kaki kita.

Ana bersepatu; beliau bertelanjang kaki. Ana dilindungi sepatu dan kaus kaki ana; beliau menginjak aspal yang panas di pagi yang terik. Belum sampai satu jam ana dapat musibah jatuh dari kopaja, ana sudah mengeluh berpanjangan. Namun, bapak itu terlihat sangat tabah dan tegar, meski entah sudah berapa lama beliau berkaki seperti itu.

Astaghfirullaah! Ana spontan berucap. ALLAH..

[Renungan] Ketika Engkau Merasa Sendiri#Part1


Di sepanjang rentetan nada kehidupan, tak semakrosekonpun Ia pernah menelantarkan kita. Walau kadang kita mengeluh, terjatuh, menangis, marah, atau bahkan putus harap.. ALLAH selalu menampakkan cahaya cinta-Nya, mengembuskan kasih sayang-Nya, mengelus jiwa kita dengan pertolongan dan kuasa-Nya. Dengan cara-Nya, dengan rencana-Nya. Subhanallah..

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assaalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh.

 

12 September 2013

Satu memori, yang terjadi beberapa hari menjelang sidang (ujian skripsi).

Memori yang selalu ana kenang, ana syukuri.

babies

Semangat, Kakak! ^_^

So, kami yang hendak menjalani sidang diperintahkan mencetak draft skripsi sebanyak 3 rangkap (satu untuk dosbing ana yang keren, dua untuk tiap-tiap dosen penguji).  Kebetulan, kakak perempuan ana bekerja di kantor kementrian di Jakarta, alias ada printer sendiri untuk karyawan. Karena kondisi ekonomi yang “kebetulan” belum memihak mahasiswa, ana minta kakak mencetak skripsi ana dengan fasilitas di kantornya, untuk kemudian ana fotokopi.

Singkat cerita, kakak mengabari untuk mengambil hasil cetakan skripsi ke kantornya yang berada di Setiabudi (ana tinggal di Otista). Rapi-rapi dan penuh semangat ana berangkat sore itu, 12 September 2013, menumpangi angkot 44 ke Jalan Baru, kemudian menyambung perjalanan dengan kopaja 66 ke Setiabudi. Dan Ketika..