[Cerita + Renungan] Mengapa Memilih Menulis?


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

WARNING: Tulisan ini mungkin kurang berbobot dibandingkan tulisan-tulisan ana lainnya, ‘afwan.

Okay, let’s get to the point.

Jadi, Kamis, 28 Agustus lalu, ada pesan masuk ke Facebook ana, yang basically menuntut ana untuk berhenti menulis buku (novel), menyebarkannya, mempromosikan, dan seterusnya.. Dan seterusnya.. Berikut cuplikan dari pesan—panjang lebar—seorang ikhwan yang sama sekali tidak ana kenal:

Don't get too affected by negative comments, Ukhtiy..

Don’t get too affected by negative comments, Ukhtiy..

Continue reading

[Renungan] Cahaya Allah dan Semesta-Nya


يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

“Allah desires ease for you; He does not desire difficulty for you. [Q.S. al-Baqarah: 185]

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Sebuah pesan emas yang harusnya menyelimuti iman: Allah never forgets you.


 

Kini, di dasar hati paling dasar, ana tengah merindukan empat sosok yang menempati posisi teratas di hati ana; almarhumah ibunda, ayah, ibu, dan saudari kembar ana. Plus sosok yang ana belum tahu siapa; jodoh tersayang ❤ ❤ ❤ hehe. Setiap kali ana bersedih dan merasa rendah diri, ingatan tentang mereka selalu setia menghiasi pikiran dan kerinduan. Dari kejauhan. Penuh kepiluan. Tanpa diketahui kelimanya.

Masha Allah. Baarakallahufiikum, yaa Ummi, Abi, wa Ukhti..

 

Ceritanya, beberapa bulan yang lalu, saat magang di BPS RI baru dimulai, ana mendapatkan informasi langsung dari atasan ana, di salah satu subdit di BPS RI (Jakarta Pusat), bahwa selesai magang nanti ana akan ditempatkan di subdit beliau. Karena kebetulan, alhamdulillaah, ana menempati kursi nomor 19 (angka favorit ana) di antara seluruh lulusan dari jurusan ana (Komputasi Statistik).

Antum mungkin tidak tahu, betapa senangnya ana hari itu, rasanya macam habis dilamar orang yang dikagumi! (Walaupun ana belum tahu rasanya gimana sih, hehe). Ana tidak bisa berhenti senyum. Apalagi kalau ingat nada riang dan bangga dari orang tua tersayang, saat mendengar berita gembira. Juga saat teringiang almarhumah ibunda yang pergi 16 tahun silam, semoga beliau pun turut bangga memiliki anak seperti ana (aamiin). Ditambah lagi, soulmate hadiah dari Allah (kembaran) yang selalu setia mendengarkan ana bicara dan bercerita.

Masha Allah, bahagianya.. Alhamdulillah.

[Renungan] Keniscayaan Kesedihan Kita


                قُلْ إِنْ تُخْفُوا مَا فِي صُدُورِكُمْ أَوْ تُبْدُوهُ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ      

“Katakanlah, ‘Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu

atau kamu melahirkannya,

pasti Allah mengetahui’.” [Q.S. Ali Imran: 29]

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Barusan, ana melihat-lihat arsip tulisan-tulisan ana di blog kesayangan. Sejarahnya, Juli 2010, ana memulai perjalanan ana merajut kata, hingga akhirnya writing has been a place I can escape to. Dan sejak Oktober 2010, ana menjalaninya dengan peluh dan perjuangan beristikamah. Ada banyak cerita yang telah ana toreh, mulai dari kisah sedih, mempertahankan hijab, ana yang kehilangan uang, ana jatuh dari kopaja, ana menanti jodoh, vertigo, dan seterusnya. Dan seterusnya.

Jika ana telaah lagi; sepertinya, banyaaak sekali tulisan ana yang membahas soal jodoh dan kesedihan. Entah itu kesabaran dalam penantian, jika kita jatuh cinta, kekotoran hati, merasa tidak cantik, susahnya memaafkan, maupun hati yang angkuh melampaui derajat kuasa manusia.

Dan sepertinya pula, diri ana pribadi, tidak bisa lepas dari yang namanya sedih, rapuh, lelah, futur, jenuh, tangis, entah apalah namanya. Entah, apa mungkin ana gagal menata hati, walau sudah empat tahun ana merajut kata-kata motivasi berlandaskan dakwah. Tapi..

[Renungan] Teruslah Mengeluh, Saudaraku..


Fulanah: “Aku benci, Mbaak.. T__T Banyak banget masalahku.. Hiks.. Sial banget aku, Mbak.. T___T”

Mbak fi   : “Lah? ^__^ Kenapa, Dik? Lagi galau nih?”

Fulanah: “Ada ga ya, Mbak, yang lebih sial dari aku? Hiks-hiks..”

Mbak fi   : “Looh.. ^^’?”

Fulanah:

Semoga sedihmu hilang, masalahmu selesai, dan tulisan ini menenangkanmu.. Aamiin..

Assalaamu’alaykum warohmatullooh

wabarokaatuhu.

                Ya, seperti itulah contoh kecil keluhan anak-anak muda (kita?). Resah gelisah penuh sesak yang dirasakan para penikmat usia remaja. Anggapannya, tak ada lagi yang perlu dilakukan saking banyaknya masalah hinggap di hidup ini. Katanya, tak ada lagi yang perlu dipertahankan saking sialnya diri ini. Ups? ^^

                Saudaraku, kadang-kadang, ada masa kita merasa sulit, banyak sekali halangan dan rintangan. Beban hidup dirasa terlalu berat untuk dipikul sendiri. Seakan-akan tak ada yang peduli, tak ada ruang untuk bernafas menikmati masa santai. Duh, andai ana bisa meraih dan menggenggam tanganmu, kulakukan itu dan berkata..

Apa Kata Saya?

[Cerita] Bagaimana Rasanya Jadi Anak Kembar?


Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalaamu’alaykum.wrh.wbr.

Aku sedang memikirkan sesuatu (saat menulis ini). Teman-temanku suka sekali bertanya, “Enak, ya, jadi anak kembar? Rasanya gimana, Fi?”  Aku sebenarnya ga terlalu memikirkan tentang ini, karena hanya anak kembar yang tau dan paham betul bagaimana rasanya dilahirkan kembar. ^^

Sejak aku SD (seingatku) hingga sekarang, sudah banyak sekali yang bertanya tentang “sense” menjadi anak kembar, maka kucoba jelaskan di sini. Hoho. Siapa tahu ada yang kepingin punya saudara kembar, atau bahkan anak kembar. 😛 Jadi bisa ngebayangin duluan how it feels to be a twin. Ini kubuat spesial untuk kakak kembarku yang cantik dan kuat. Juga teman-teman kembar yang kukenal ataupun tidak, dan tentunya untuk pembaca budiman. ^^

Yang kutuliskan di sini hanya berdasarkan yang kurasa selama 19 tahun, 4 bulan, dan 3 hari aku bernafas. Juga hanya tentang rasa menjadi kembar dua saja, kalau yang kembar tiga atau lebih aku kurang tahu. 😛 Jadi kalau ada yang merasa tak sependapat sih wajar saja, ini sampelnya hanya kami berdua (aku dan kakakku), dan beberapa teman kembar yang kukenal. Semuanya ada delapan pasang, ditambah Upin dan Ipin jadi sembilan, wkwkwk. Selain itu tidak semua harus kuceritakan, ada rahasia-rahasia yang hanya anak kembar yang tahu. Hehe. 😀

Pertama-tama kita bahas dulu deh, kembar itu apaan ya? Kembar itu adalah yang sama dan bersama. Memang tak semua kembar sama (seperti aku dan dia), tapi setiap kembar selalu bersama, sejak belum lahir sudah bersama, dan akan terus bersama sampai menikah (kalau sudah menikah bersama pasangannya, wkwkwk). Hoho. Continue reading

[Renungan] The Story of Helen Kehler


Sebuah cerita yang sangat menyentuh hati..

Bacalah dengan nama Tuhanmu, wahai pengunjung..

Ditulis oleh: Anne Ahira (dengan beberapa penyesuaian)

Sahabat,

Pernahkah sahabat mendengar kisah Helen Kehler?
Dia adalah seorang perempuan yang dilahirkan
dalam kondisi buta dan tuli.

Karena cacat yang dialaminya, dia tidak bisa
membaca, melihat, dan mendengar. Nah, dlm
kondisi seperti itulah Helen Kehler dilahirkan.

Tidak ada seorangpun yang menginginkan
lahir dalam kondisi seperti itu. Seandainya
Helen Kehler diberi pilihan, pasti dia akan
memilih untuk lahir dalam keadaan normal.

Namun siapa sangka, dengan segala
kekurangannya, dia memiliki semangat hidup
yang luar biasa, dan tumbuh menjadi seorang
legendaris.
Continue reading